Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sport»Ketua Askab PSSI Matim: Anak-anak Kisol Bisa Bermain di Mana Saja
Sport

Ketua Askab PSSI Matim: Anak-anak Kisol Bisa Bermain di Mana Saja

By Redaksi23 Juni 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Askab PSSI Matim, Boni Hasudungan Siregar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan Siregar, menegaskan semua pesepak bola ber-Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, sudah diizinkan dengan secara bebas untuk ikut bermain di turnamen manapun di wilayah kabupaten itu.

“Askab Matim tidak pernah melarang anak-anak Kisol untuk berlaga turnamen apa saja di Matim baik secara lisan maupun tertulis, hanya saja dari asosiasi wasit yang tidak mau memimpin pertandingan kalau ada anak-anak Kisol yang ikut bermain,” kata Boni melalui WhatsApp, Kamis (23/06/2022).

Boni mengungkapkan, pada Selasa, 21 Juni 2022, Askab Matim sudah melakukan rapat dengan semua wasit.

“Kami sudah mengajak teman- teman wasit untuk membahas persoalan yang ada dan hasilnya bahwa wasit sudah bersedia memimpin pertandingan sepak bola jika pemain dari Kelurahan Tanah Rata ikut bermain,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini wasit trauma sejak insiden pemukulan salah seorang wasit oleh pesepak bola asal Tanah Rata pada turnamen amal St. Hubertus Sok beberapa bulan lalu.

“Yang terjadi adalah, teman- teman wasit tidak mau memimpin pertandingan jika ada pemain dari Tanah Rata sejak peristiwa di Sok karena mereka merasa tidak nyaman dan aman,” jelasnya.

Boni mengharapkan turnamen yang diselenggarakan di Matim untuk selanjutnya, semua pemain dari Kelurahan Tana Rata bisa ikut berpartisipasi.

“Harapan dari semua panitia dan para wasit untuk kedepannya meminta bantuan pihak keamanan untuk tetap menjaga wasit sehingga keamanannya terjamin,” harapnya.

Penulis: Yunt Tegu
Editor: Ardy Abba

Askab PSSI Matim Boni Hasudungan Boni Hasudungan Siregar Manggarai Timur Matim
Previous ArticleGagal Panen karena Hama WBC, Petani di Satarmese: Persawahan Ini Cocok Jadi Rumput Kerbau Saja
Next Article Setelah Punya SMK, Yayasan Tiara Nusa Flores Kini Dirikan SMP

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Benteng Jawa–Bawe, Sindir Minimnya Perhatian Pemerintah

3 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.