Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Sosok Mama Marta Dijuluki “Panglima Tenun” oleh Ibu-ibu di Kampung Perang
Feature

Sosok Mama Marta Dijuluki “Panglima Tenun” oleh Ibu-ibu di Kampung Perang

By Redaksi18 Agustus 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mama Marta saat sedang menganyam tikar di Kampung Perang, Desa Ponto Ara, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- “Panglima tenun”, begitu julukan warga kampung Perang, Desa Ponto Ara, kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk Mama Marta. Mama Marta kini sudah memasuki usia senja di kampung itu.

Sejak kelas 4 SD, Mama Marta sudah mulai belajar menenun dan menganyam tikar. Keahlian itu diajarkan langsung oleh orangtuanya.

“Kelas 4 SD sudah mulai latih menenun, diajarkan oleh orangtua. Dan terus menerus berlatih,” kata Mama Marta yang kini sudah berusia 90-an tahun, Kamis (18/08/2022).

Karena keadaan, Mama Marta harus berhenti sekolah di kelas 4 SD dan menikah di usianya yang masih 12 tahun.

Berjalannya waktu, Mama Marta terus menenun dan menghasilkan banyak sekali tenunan songket dan juga tikar dari hasil anyamannya.

Di usianya yang masih produktif, Mama Marta telah mengajarkan banyak anak perempuan di Kampung Perang untuk belajar menenun.

“Semua anak perempuan di sini (Kampung Perang) saya yang ajarkan untuk menenun,” ujarnya.

Mama Marta mengatakan, dirinya tulus untuk melatih semua anak perempuan di Kampung Perang untuk menenun, apalagi anak perempuan yang telah putus sekolah.

Karena telah mengajar semua anak perempuan menenun, Mama Marta sejak dulu hingga saat ini dijuluki sebagai “Panglima Tenun”.

“Bukan tanpa alasan mereka memanggil saya “Panglima Tenun”. Karena memang saya yang mengajarkan mereka semua menenun. Kalau dalam Perang saya yang pimpin mereka,” ujar ibu 10 anak ini.

Mama Marta mengatakan, di usianya yang sudah senja,  tidak lagi bisa menenun dan hanya bisa menganyam tikar.

“Mata sudah kabur untuk melihat. Jadi tidak bisa lagi menenun,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Mama Marta tetap melakukan kegiatan produktif dari menganyam tikar sampai menguling benang.

Bagi Mama Marta, jika tidak melakukan sesuatu dirinya akan sakit. Begitupun sebaliknya jika melakukan sesuatu dirinya akan terus merasa sehat.

“Saya tidak bisa hanya untuk berdiam diri di rumah. Harus ada satu kegiatan yang produktif setiap harinya,” tutup Mama Marta.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticlePengurus SMSI Kota Kupang Resmi Dilantik
Next Article Kejagung RI Periksa Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kelapa Sawit, Tersangka Sempat Drop

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.