Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sampah Harus Bisa Hasilkan Rupiah
Regional NTT

Sampah Harus Bisa Hasilkan Rupiah

By Redaksi26 Agustus 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Kota Kupang, Yuvensius Tukung saat diwawancarai wartawan, Kamis, 25 Agustus 2022 (Foto: Tarsi Salmon/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Masalah sampah masih menjadi persoalan serius di Kota Kupang.

Persoalan sampah di ibu kota Provinsi NTT itu mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya Anggota DPRD Kota Kupang Yuvensius Tukung.

Yuvens mengatakan, Kota Kupang adalah barometer atau miniatur NTT. Warga selalu mendambakan agar kota itu bersih, sehat dan nyaman.

Namun, masalah sampah belum diselesaikan. Akibatnya, pemandangan Kota Kupang kurang elok dipandang. Hal ini tentu saja sangat mengganggu.

Di musim hujan, misalnya, cenderung terjadi banjir. Penyebabnya adalah sampah yang tidak tertata menutup saluran drainase yang mengalirkan air ke laut.

“Penataan drainase mesti menjadi perhatian serius,” kata Yuvens kepada wartawan, Kamis (25/08/2022).

Yuvens juga berharap agar bicara sampah di kota itu tidak hanya bicara bersih, nyaman, dan sehat. Tetapi dari sampah bisa menghasilkan rupiah (uang). Ada nilai ekonomisnya.

“Bicara sampah di Kota Kupang ini tidak hanya bicara bagaimana kota ini menjadi bersih, nyaman, kemudian sehat, tetapi dari sampah juga bisa menghasilkan rupiah,” ujarnya.

Jika itu diterapkan kata Yuvens, maka ada nilai ekonomisnya dan bisa berdampak pada pertumbuhan di sektor UMKM di Kota Kupang.

“Di tengah badai Covid ini, UMKM kita yang salah satunya penyangga untuk menjaga keseimbangan untuk ekonomi kita tetap stabil,” katanya.

Karena itu, ia kembali menegaskan bicara sampah tidak hanya bicara masalah bersih dan sehat. Tetapi ada sektor ekonomi baru yang perlu tumbuh kembang.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh, saat coffee morning bersama wartawan, Jumat (26/08/2022) pagi, berharap agar Kota Kupang menjadi kota bersih, sejuk dan  aman.

Ia mengatakan, setelah dilantik menjadi Penjabat Wali Kota Kupang beberapa hari lalu, dirinya sudah berkeliling untuk memantau kebersihan kota itu.

“Saya juga perintahkan Sat Pol PP agar berkeliling di semua dinas, melihat kebersihan kamar mandi. Memang kebersihan paling utama dan harus dari pribadi masing-masing,” katanya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD Kota Kupang Kota Kupang Yuvens Tukung Yuvensius Tukung
Previous ArticleKasus Dugaan Ketua KPU TTU Terima Gaji Dobel Diadukan Aktivis Antikorupsi ke Jaksa
Next Article Kejari Lembata Ringkus Paulus Koban, Terpidana Kasus Perzinahan

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.