Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Konsumsi Daging Sapi Mati, 10 Warga Lurasik TTU Diduga Keracunan dan Dilarikan ke Puskesmas
KESEHATAN

Konsumsi Daging Sapi Mati, 10 Warga Lurasik TTU Diduga Keracunan dan Dilarikan ke Puskesmas

By Redaksi15 Oktober 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolsek Biboki Utara Ipda Rudi Soik saat ditemui wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-10 warga Desa Hauteas Barat, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dilarikan ke puskesmas setempat, Jumat (14/10/2022).

Ke-10 warga tersebut dilarikan ke Puskesmas Lurasik lantaran diduga kuat keracunan akibat mengkonsumsi daging sapi yang sudah mati.

Akibat mengkonsumsi daging tak sehat tersebut, 10 warga mengalami pusing, sakit perut, lemas dan muntah-muntah.

Kapolsek Biboki Utara Ipda Rudi Soik saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (15/10/2022), membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, para korban tersebut sudah berhasil dirawat dengan baik oleh para tenaga kesehatan di Puskesmas Lurasik.

“Semua korban sudah membaik saat ini,” jelas Ipda Rudi.

Ipda Rudi menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari pemilik sapi hendak memberikan pakan untuk ternaknya, Kamis (13/10/2022) pagi.

Setibanya di kandang, terlihat sapi miliknya sudah kejang-kejang dan mati.

Melihat itu, ia pun memberitahukan kepada beberapa tetangga dan keluarga terdekat untuk pergi menggotong sapi tersebut, dan selanjutnya dipotong dan diolah dagingnya untuk dikonsumsi.

“Waktu potong ada masyarakat  juga ikut kemudian dipotong dan dibagikan dan dikonsumsi bersama sehingga ikut mengalami sakit,” tambahnya.

Ipda Rudi pada kesempatan itu tak lupa mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi daging.

Daging dari ternak yang mati, kata dia, hendaknya tidak dikonsumsi agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.

“Hal-hal di desa seperti ini terkait keracunan segera laporkan via WA ke pihak Polsek/ Puskesmas agar dapat ditindaklanjuti bersama tim medis puskesmas untuk tindakan pertolangan pertama karena saat ini semua perangkat desa, kapolsek, kapala puskesmas, Danramil, camat ada dalam grup WhatsApp,” tambahnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Timor Tengah Utara Polsek Biboki Utara TTU
Previous ArticleGelar Undian Simpedes Berhadiah Rumah, BRI Kefamenanu Hadirkan Pelaku UMKM
Next Article Festival Maritim 2022 Pertama Digelar di Labuan Bajo 2022

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.