Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Lima Tahun Terakhir, Angka Stunting di NTT Menurun
KESEHATAN

Lima Tahun Terakhir, Angka Stunting di NTT Menurun

By Redaksi6 Maret 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Kesehatan dan Pencatatan Sipil NTT, Ruth Laiskodat saat memberikan keterangan pers, Senin (6/03). (Foto: VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT -Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT, Ruth S. Laiskodat, menyebut angka  stunting di NTT menurun dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Meski begitu, Ruth mengaku hal itu bukan kabar yang bikin bangga. Sebab masih ada puluhan ribu anak di NTT tergolong stunting.

“Tahun 2022 merupakan tahun ke lima pelaksanaan operasi timbang di Provinsi NTT  dan  dari kerja keras yang telah diupayakan oleh pemerintah NTT dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting telah  membuahkan hasil yang optimal, hal ini terlihat dari prosentase stunting NTT turun signifikan 5 tahun berturut-turut dari tahun 2018 sampai tahun 2022,” ujar Ruth di Kantor Dinas Kesehatan dan Pencatatan Sipil NTT, Senin (06/03/2023).

Tren prosentase stunting turun, menurut Ruth, rata-rata tiap tahun sebesar 4,4 %.

“Diawali dengan prosentase stunting tahun 2018 sebesar 35,4 %  atau 81.434 balita tercatat mengalami stunting  terus mengalami penurunan tiap tahun sampai dengan posisi terakhir menjadi 17,7 % pada tahun 2022 atau 77.338 balita stunting,” kata dia.

“Persoalan stunting Penekanan kematian ibu dan anak. Masalah stunting merupakan masalah serius.Tahun 2023 sudah harus dituntaskan, stunting harus turun 14% secara nasional, sedangkan  Provinsi NTT target di Tahun 2023 turun menjadi 10%,” ujarnya.

Dia mengatakan jika Provinsi NTT sangat memberikan perhatian terhadap masalah stunting.

“Ada banyak inovasi yang dilakukan untuk penurunan stunting.  NTT bukan provinsi terstunting. Kita akan terus berjuang. Berhasil menurunkan stunting karena kerja sama semua pihak. Kita berharap gerakan masyarakat bisa membantu penurunan stunting,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kasus kematian ibu dan anak, Ruth mengatakan jika terjadi penuran kasus sebanyak 10/kasus di Tahun 2022.

“Dari 181 menjadi 171 di tahun 2022,” katanya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleAda Belasan KK di Kelurahan Wali Dapat Stiker Coklit Kosong
Next Article Ketua Umum PAN Beri Apresiasi untuk Stefanus Gandi

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

SPPG Oebobo TDM Tidak Beroperasi Sementara, Pengelola Sebut Kendala Pengadaan Bahan Baku

9 Juni 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.