Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Masyarakat Diajak Menjadi Mata dan Telinga Bawaslu
Pilkada

Masyarakat Diajak Menjadi Mata dan Telinga Bawaslu

By Redaksi15 Maret 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Badan Pengawas Pemilu Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar sosialisasi Pengembangan Kampung/Desa Pengawasan Pemilu di Kampung Todo, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, Rabu (15/03/2023).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Badan Pengawas Pemilu Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar sosialisasi Pengembangan Kampung/Desa Pengawasan Pemilu di Kampung Todo, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, Rabu (15/03/2023).

Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu cara Bawaslu NTT untuk menjamin dan memastikan terselenggaranya pemilu dan pilkada tahun 2024 yang aman, damai dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu NTT Noldi Tadi Hungu mengajak masyarakat Kampung Todo untuk menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam seluruh penyelenggaraan tahapan pemilu 2024.

“Jumlah kami di Bawaslu sangat terbatas, dan kami butuh masyarakat untuk membantu kami mengawasi tahapan pemilu 2024,” katanya.

Noldi menjelaskan, Kampung Todo dipilih sebagai kampung pengawasan karena sejarah sebagai pusat kerajaan di Manggarai.

“Kami juga sangat yakin Kampung Todo memiliki pengaruh yang sangat besar sehingga bisa menyebarkan nilai-nilai pengawasan,” katanya.

Sementara itu, Tokoh Adat Kampung Todo Agustinus Bandung menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu NTT karena sudah memilih Kampung Todo sebagai kampung pengawasan.

Dikatakan Agustinus,  Kampung Todo menurut masyarakat diartikan sebagai ‘Pandangan Hidup’ dan juga sebagai kampung masyarakat Manggarai.

“Tidak salah Bawaslu NTT memilih Kampung Todo sebagai kampung pengawasan, karena Kampung Todo adalah kampung sejarah dan juga kampung seluruh masyarakat Manggarai,” terangnya.

Nama Todo, demikian Agustinus menjelaska, adalah ‘Pandangan Hidup’. Hal ini sudah diwariskan oleh nenek moyang/leluhur Kampung Todo.

Pandangan Hidup yang dimaksud adalah masyarakat dituntut agar perbuatan, tingkah laku dan tutur kata dalam hidup wajib mematuhi norma-norma yang ada atau dalam bahasa Manggarai Todo Pande, Todo Wintuk dan Todo Gauk.

Penulis: Ardy Abba

Bawaslu Manggarai Bawaslu NTT Kabupaten Manggarai Kampung Pemilu Kampung Todo Manggarai
Previous ArticleSebanyak 23 Tim Voli Ramaikan Turnamen PPNI NTT Cup I
Next Article Kapolres Manggarai Didesak Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.