Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»PMKRI Ruteng Kecam Dugaan Aksi Represif Aparat terhadap Warga Poco Leok
Ekbis

PMKRI Ruteng Kecam Dugaan Aksi Represif Aparat terhadap Warga Poco Leok

By Redaksi21 Juni 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah warga Poco Leok menentang perluasan jaringan PLTP Ulumbu (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Warga Poco Leok yang terdiri dari beberapa kampung yang selama dua hari terakhir ini melakukan aksi protes terhadap rencana pengembangan geotermal Ulumbu di Poco Leok diduga mendapat kekerasan dari POLPP, Brimob, TNI dan Polri.

Menanggapi hal itu, Presidium Gerakan Kemasyarakatan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Marsianus Gampu mengecam keras dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat POLPP, Brimob dan TNI-Polri.

“Tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan sangat tidak manusiawi terhadap warga Poco Leok yang menolak kehadiran rencana pembangunan geothermal ini. Oleh karena itu kami mengecam keras atas tindakan aparat hari ini kepada masyarakat Poco Leok,” tegas Marsianus.

Menurut Marsianus, kehadiran aparat keamanan seharusnya menjadi mediator antara pihak yang pro dan kontra terkait rencana pembangunan geothermal.

“Kehadiran aparat keamanan di Poco Leok seharusnya menjadi pemecah masalah antara masyarakat adat yang pro maupun kontra bukan hadir untuk mendukung salah satu pihak yang berpotensi akan menimbulkan konflik baru,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng Laurensius Lasa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manggarai harus segera mencabut SK penetapan lokasi pengembangan geothermal Ulumbu di Poco Leok.

“Masyarakat yang tolak rencana pengembangan geothermal di Poco Leok menjadi korban atas kebijakan Bupati Manggarai yang tidak memperhatikan kondisi di akar rumput sehingga dengan prematur saudara Bupati Heri Nabit mengeluarkan SK penetapan lokasi itu,” tegas Laurensius.

“Pemerintah Manggarai hari ini dengan bahagianya melihat masyarakat adat Poco Leok yang tolak dengan rencana pengembangan geothermal Ulumbu di Poco Leok berdarah-darah memperjuangkan kehidupannya sendiri,” tambah dia.

Laurensius pun menilai bahwa rezim yang dipimpin oleh Bupati Hery Nabit hari ini adalah rezim yang sangat otoriter. Hal ini dibuktikan dengan dugaan tindakan aparat keamanan hari ini terhadap warga Poco Leok.

Ia juga menduga Pemerintah Kabupaten Manggarai dengan sengaja menyuruh aparat keamanan untuk melakukan tindakan represif terhadap warga Poco Leok. [*]

PKMR Ruteng PLTP Ulumbu
Previous ArticleLPPM Undana dan Masyarakat Bea Kakor Manggarai Kolaborasi Mengolah Tanaman Palawija
Next Article Kapolres Manggarai Bantah Lakukan Tindakan Represif terhadap Warga Poco Leok

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.