Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Setelah Dilantik, Penjabat Gubernur NTT Dapat Kado Satu Peti Jenazah PMI
HEADLINE

Setelah Dilantik, Penjabat Gubernur NTT Dapat Kado Satu Peti Jenazah PMI

By Redaksi7 September 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Ferdinandus Riu (59) saat dikirim ke Bandara El Tari Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian resmi melantik Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake di Sasana Bakti Praja – Lantai 3 Gedung C Kemendagri, Selasa (5/9/2023) pagi.

Setelah dilantik, Sekretaris Menko Marinvest (Marine Investment) itu mendapatkan kado istimewa yakni sebuah peti jenazah PMI asal NTT dari Malaysia.

“Sejak dilantik menjadi Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake mendapatkan kado istimewa jenazah PMI dari Malaysia yang meninggal di Medan dan akan tiba bersamaan dengan Penjabat Gubernur di Kupang,” kata Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangan tertulis yang diterima VoxNtt.com, Kamis (07/09/2023).

TKI yang meninggal tersebut atas nama Ferdinandus Riu (59). Dia berasal dari Dusun Sesurai, Desa Babotin Selatan, Kecamatan Botin Laobele, Kabupaten Malaka, NTT.

Pengiriman peti jenazah tersebut menambah deretan kisah kematian PMI asal NTT di luar negeri. Data menunjukkan, pada tahun 2023 ini sudah ada 101 jenazah PMI yang dikirim ke NTT.

“Untuk Penjabat Gubernur NTT dan semoga bisa mampir di Pelayanan Kargo El Tari untuk menerima jenazah PMI asal Malaka bersama keluarga,” ucap Gabriel.

Ia pun mengingatkan Penjabat Gubernur bahwa NTT merupakan provinsi darurat human trafficking. Karena itu, sebagai Penjabat Gubernur, Gabriel meminta Ayodhia Kalake agar ada program prioritas emergency.

Pertama, memperkuat gugus tugas pencegahan dan penanganan TPPO.

Kedua, melakukan kampanye Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking dan Migrasi Aman (GEMA HATI MIA).

Ketiga, mengoptimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk Calon Pekerja Migran Indonesia asal NTT.

Keempat, mengawal pendirian RUMAH ASA FLOBAMORA untuk pendampingan psikologis korban TPPO, pelayanan rohani, pelayanan Kesehatan, pendampingan program integrasi dan reintegrasi serta pendampingan hukum mulai dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.

Kelima, harus ada bank data Pekerja Migran Indonesia dan pendampingan Pekerja Migran Indonesia asal NTT mulai prapenempatan, penempatan dan purnapenempatan.

Keenam, mendukung dan mengawal advokasi kebijakan publik pencegahan dan penanganan human trafficking melalui Perda, Pergub/Perbup/Perwalkot dan Perdes di Provinsi dan 22 kabupaten/kota di NTT.

Penulis: Ardy Abba

Gabriel Goa Human Trafficking PADMA Indonesia Penjabat Gubernur NTT
Previous ArticleMeski Sudah Bongkar Pagar Tanah Nanga Banda, Pemda Manggarai Ternyata Kalah di Pengadilan
Next Article Siapa Heribertus Erik San?

Related Posts

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.