Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Rektor Unika Ruteng Resmi Buka The 3rd ICEHHA, Soroti Urgensi Kolaborasi Global
Pendidikan NTT

Rektor Unika Ruteng Resmi Buka The 3rd ICEHHA, Soroti Urgensi Kolaborasi Global

By Redaksi15 Desember 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rektor Unika Ruteng Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si, saat membuka The 3rd ICEHHA Jumat (15/12/2023) pagi.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- The 3rd International Conference On Education, Humanities, Health And Agriculture (The 3rd ICEHHA) resmi dibuka oleh Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (UNIKA Santu Paulus Ruteng), Dr. Maksimus Regus,  Jumat (15/12/2023) pagi.

Dalam sambutannya, Rektor menyoroti urgensi kolaborasi global untuk mengeksplorasi inovasi di berbagai bidang kunci.

Dengan tema “Memfasilitasi Kemajuan Global dalam Pendidikan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan, Kesehatan, dan Pertanian,” The 3rd ICEHHA di UNIKA Santu Paulus Ruteng dimulai dengan harapan tinggi.

Rektor, dalam sambutannya, menekankan pentingnya bersatu dalam menghadapi tantangan global dengan pendekatan inovatif.

“Di era yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya, perubahan lanskap sosial budaya, dan munculnya tantangan global, kita harus bersatu untuk mengeksplorasi pendekatan inovatif dan solusi kolaboratif,” katanya.

Dalam konteks pendidikan, Alumnus Universitas Tilburg Belanda itu menyoroti peran pentingnya sebagai landasan kemajuan. Beliau memandang pendidikan bukan hanya sebagai proses penyampaian pengetahuan tetapi juga sebagai kekuatan dinamis yang dapat memberdayakan individu dan masyarakat. Diskusi di konferensi difokuskan pada potensi transformatif pendidikan dalam mendorong kemajuan global.

“Hari ini, kita berkumpul untuk berdiskusi dan membahas potensi transformatif pendidikan dalam mendorong kemajuan global. Melalui sudut pandang dan metodologi yang beragam, kami bertujuan untuk mengungkap kompleksitas dan membuka kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam bidang pengajaran, pembelajaran, dan penelitian,” terangnya.

Pentingnya ilmu humaniora dalam memahami struktur masyarakat juga menjadi sorotan utama. Rektor Maks menekankan bahwa, di era konektivitas global, pemahaman mendalam terhadap budaya, sejarah, dan bahasa sangat penting.

Konferensi diharapkan dapat menjadi wadah dialog lintas batas untuk menumbuhkan apresiasi lebih dalam terhadap kekayaan peradaban manusia.

Tantangan kesehatan global dan peran penting sektor pertanian dalam menciptakan dunia yang seimbang dan berkelanjutan juga menjadi topik utama konferensi. Rektor menyatakan bahwa solusi inovatif dan kolaborasi multidisiplin diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut.

“Tantangan yang dihadapi kesehatan global memerlukan kolaborasi multidisiplin dan solusi inovatif. Melalui pertukaran temuan penelitian dan praktik terbaik, kami berharap dapat berkontribusi pada kemajuan sistem layanan kesehatan yang adil, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan beragam komunitas,” imbuhnya.

Lebih lanjut tentang bidang pertanian yang juga menjadi salah satu fokus konferensi ini, Rektor Kedua Unika Santu Paulus Ruteng itu menyatakan, saat bergulat dengan isu-isu seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan, sektor pertanian berada di garis depan dalam upaya untuk menciptakan dunia yang seimbang dan berketahanan.

“Diskusi kita mengenai pertanian akan menyelidiki titik temu antara teknologi, ekologi, dan sistem sosial untuk membuka jalan bagi masa depan yang lebih berkelanjutan dan adil.”

Dengan komitmen terhadap kemajuan holistik, konferensi ini mencerminkan semangat kolaborasi dan pencarian pengetahuan yang mendefinisikan UNIKA Santu Paulus Ruteng.

Para pembicara utama dari berbagai negara membawa perspektif unik, keahlian, dan pengalaman yang diharapkan akan memperkaya konferensi.

Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, sponsor, dan kontributor atas dedikasi dan kerja keras mereka.

Konferensi diharapkan akan meninggalkan dampak jangka panjang pada bidang yang diwakili oleh peserta serta memberikan kontribusi pada pertumbuhan kolektif komunitas akademis global.

Dr. Maksimus Regus FIKes Unika St. Paulus Ruteng Unika Ruteng
Previous ArticleTerkait Tunggakan Uang Perjalanan Dinas, Marius Boko Somasi Sekretariat DPRD Malaka
Next Article Ada Dugaan Bunga Praktik Rentenir di Sekretariat DPRD Malaka, Inspektorat Saran Tempuh Jalur Hukum

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.