Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Koalisi Tawarkan Tiga Hal Penting Mekanisme  Pengentasan Pelanggaran HAM Transnasional
NASIONAL

Koalisi Tawarkan Tiga Hal Penting Mekanisme  Pengentasan Pelanggaran HAM Transnasional

By Redaksi29 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Greg Retas Daeng (pakai jam tangan) Korpel Koalisi bersama ketua BK DPR RI, Inosentius Samsul berpose usai menggelar diskusi tertutup terkait kejahatan HAM transnasional di Kawasan Asean. (Foto: HO - Greg Daeng)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT – Coalition Against Organized Crime (Koalisi) menggelar diskusi terbatas dengan Badan Keahlian DPR RI, Senin (26/8/2024).

Diskusi ini dilakukan untuk mendorong realisasi tiga kerja sama strategis dalam upaya pengentasan tindak kriminal pelanggan HAM berat transnasional di Kawasan Asia Pasifik, khususnya di Indonesia.

Diskusi ini dihadiri oleh Kepala BK DPR RI, Dr. Inosentius Samsul dan beberapa pejabat eselon II lainnya.

Koordinator Pelaksana Koalisi Greg Retas Daeng, menyampaikan tiga hal penting yang menjadi perhatian serius Koalisi.

Pertama, mendorong proses legislasi yang partisipatif. Kedua, kolaborasi riset untuk memperkuat basis data dan suplai informasi penting bagi pengambilan keputusan di level pemerintahan. Ketiga, keterlibatan aktif dalam proses diskusi dan seminar tematik sebagai upaya edukasi publik.

“Harapan kita, BK DPR RI bersama Koalisi dapat terlibat dalam beberapa agenda seperti inisiatif proses legislasi yang partisipatif, kolaborasi riset tematik dan kampanye anti kejahatan terorganisir melalui forum FGD maupun seminar,” ungkap Greg, seorang advokat HAM.

Greg menekankan perlunya perhatian serius dalam penyelesaian konflik kewenangan antara berbagai lembaga negara yang terlibat dalam penanganan kejahatan terorganisir, seperti yang terjadi dalam kasus Anak Buah Kapal (ABK) antara Kemenaker, Kemenhub, dan Kemenlu.

Menurutnya, penguatan serta penegasan distribusi kewenangan dalam regulasi yang ada sangat penting untuk mencegah tumpang tindih otoritas.

Inisiasi kolaboratif ini mendapat apresiasi dari Dr. Inosentius Samsul yang menyambut baik inisiatif Koalisi.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Koalisi merupakan kontribusi penting untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman-ancaman kejahatan yang serius,” ujar Dr. Inosentius, pakar hukum tata negara dari Universitas Indonesia.

Lebih lanjut, Dr. Inosentius menyatakan bahwa BK DPR RI siap terlibat dalam kerja sama strategis dengan Koalisi, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Ia berharap kelanjutan diskusi ini dapat menghasilkan perumusan kerja sama yang konkret.

Diskusi yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut ditutup dengan beberapa catatan penting yang akan ditindaklanjuti pada bulan September mendatang.

Koalisi berkomitmen untuk terus membangun jaringan kerja sama dengan pemerintah, penegak hukum, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil lainnya untuk memperkuat advokasi dalam memerangi kejahatan terorganisir di Indonesia dan Asia Pasifik.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Human Trafficking
Previous ArticleKoalisi Lawan Kejahatan Terorganisir Bahas Enam Isu Krusial di Kawasan Asia Pasifik
Next Article Pasangan Jonas-Alo Lakukan Ritual Adat ‘Kepok’ saat Daftar ke KPU Kota Kupang

Related Posts

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026

Kementerian HAM Perkuat Sinergi Cegah TPPO dan TPKS, Dorong Sumba Jadi Pilot Program Nasional

4 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.