Kupang, Vox NTT – Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia, Gabriel Goa mendesak Mendagri segera mencopot Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto.
Desakan Gabriel menyusul adanya informasi bahwa Andriko mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) Bank NTT.
“Diduga dalam RUPS LB dengan skenario akan kembali mengangkat pejabat-pejabat Bank NTT yang tersangkut perkara dugaan tindak pidana korupsi Bank NTT untuk memenangkan salah satu pasangan calon dalam Pilkada 2024 di NTT,” ujar Gabriel dalam keterangan yang diterima awak media, Senin, 11 November 2024 malam.
Baca Juga: Ada Dugaan ‘Perampokan’ Bank NTT untuk Kepentingan Politik Paslon Tertentu Jelang Pilgub NTT
Informasi ini menurut dia, wajib dikawal ketat semua pegiat antikorupsi dan pers berintegritas, baik di NTT maupun nasional.
“Penjabat Gubernur NTT diduga lebih sibuk cawe-cawe politik Pilkada 2024 dan Bank NTT,” ujar Gabriel.
Ia menilai Penjabat Gubernur NTT mengabaikan NTT darurat bencana, darurat human trafficking dan darurat dugaan korupsi BBM subsidi, serta kasus dugaan tipikor yang melilit Bank NTT yakni kasus MTN 50 miliar, kredit macet 100 miliar dan perampokan dana 1,5 miliar untuk Pemprov NTT demi menalangi peringatan Hari Pancasila di Ende tahun 2022.
Baca Juga: Penjabat Gubernur NTT Bantah Soal Pertemuan dengan Sekretaris NasDem di Rujab, Tapi Sering Bertemu
“Maka kami mendesak Mendagri Jenderal Pol (Purn) Prof. Dr. Tito Karnavian segera copot Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Andriko Noto Susanto dan mengangkat Penjabat Gubernur NTT baru yang berintegritas, bebas dari praktik KKN, setia pada nilai-nilai moral Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.
Gabriel juga mendesak KPK RI segera memanggil dan memeriksa Penjabat Gubernur NTT, Sekda NTT dan mantan komisaris utama, direktur utama beserta jajarannya yang terlibat perkara dugaan tindak pidana korupsi Bank NTT.

