Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hilang Saat Melaut, Lansia di Lembata Ditemukan Tewas
NTT NEWS

Hilang Saat Melaut, Lansia di Lembata Ditemukan Tewas

By Redaksi23 Juli 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad Mansur Mitene (70) kedalam Alut Rubber Boat, Rabu, 23 Juli 2025 (Foto: Dok. SAR Maumere)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Lewoleba, VoxNTT.com – Misteri hilangnya Mansur Mitene (70), warga Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, akhirnya terjawab.

Pria lanjut usia tersebut dilaporkan hilang saat pergi melaut seorang diri pada Selasa, 22 Juli 2025. Keesokan harinya, Rabu pagi, 23 Juli 2025, ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh tim SAR gabungan.

“Sekitar pukul 09.30 Wita, tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di kedalaman 4 meter di bawah permukaan laut Tanjung Dulitukan dan jarak 100 meter dari lokasi kejadian,” kata Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere yang juga bertindak sebagai Koordinator Misi Pencarian (SAR Mission Coordinator), dalam keterangan resminya, Rabu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mansur berangkat melaut sendirian menggunakan perahu kecil dan alat pukat tradisional.

Ia terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 Wita menuju perairan di sekitar Teluk Lembata atau Tanjung Dulitukan.

“Korban melaut sendiri untuk mencari ikan dengan menggunakan pukat,” ujar Fathur.

Setelah menyadari Mansur tak kunjung kembali, pihak keluarga melakukan pencarian secara mandiri. Hanya perahu miliknya yang ditemukan terdampar di pinggir pantai, sementara keberadaan sang nelayan tidak diketahui.

Situasi tersebut mendorong keluarga untuk melapor ke Unit Siaga SAR Lembata, yang kemudian menggerakkan tim gabungan dalam operasi pencarian.

Hari pertama pencarian tidak membuahkan hasil karena terbatasnya jarak pandang saat malam hari. Namun, pada pagi hari berikutnya, Rabu 23 Juli, tim berhasil menemukan korban berkat sinergi dari Unit Siaga SAR Lembata, yang mengoperasikan Alut Rubber Boat (ARB), bersama BPBD Lembata dan dukungan para nelayan setempat.

“Pencarian ini adalah misi kemanusiaan dari kolaborasi dan sinergisitas tim SAR gabungan, meski korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” kata Fathur.

Ia juga menyampaikan penghargaan atas kerja sama semua pihak yang terlibat, serta belasungkawa kepada keluarga korban.

“Duka cita mendalam kami sampaikan kepada keluarga, semoga yang ditingggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Saat ini, jenazah Mansur Mitene telah dievakuasi ke Puskesmas Way Pukang, Lembata, untuk penanganan lebih lanjut oleh tim medis.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Lembata Puskesmas Way Pukang Tim SAR
Previous ArticleProyek Gardu Listrik di RS Pratama Riung: Satu Pekerjaan, Dua Sumber Anggaran
Next Article ALTER BKGF Tolak Laporan Tim Satgas Panas Bumi Flores Lembata

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.