Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Dinkes Manggarai Timur Catat Penurunan Kasus HIV, Risiko Penyebaran Masih Tinggi
KESEHATAN

Dinkes Manggarai Timur Catat Penurunan Kasus HIV, Risiko Penyebaran Masih Tinggi

By Redaksi4 Agustus 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan total 94 kasus HIV sejak tahun 2018 hingga Juli 2025. Namun, angka kasus HIV ini menunjukkan penurunan yang signifikan sejak tahun 2024.

Penurunan ini diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas, dalam sebuah keterangan pada Senin, 4 Agustus 2025. Berdasarkan data yang disampaikan, dari total 94 kasus yang tercatat, sebanyak 54 orang masih menjalani pengobatan. Sementara itu, lima orang lainnya dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“13 pasien gagal dalam proses tindak lanjut pengobatan (follow-up), dan 27 orang telah meninggal dunia akibat komplikasi terkait HIV,” ujar Pranata Agas.

Dia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, kasus HIV baru menunjukkan penurunan yang cukup berarti, hanya tercatat 15 kasus baru. Dari jumlah tersebut, 11 orang menjalani pengobatan, dua dirujuk ke luar daerah, sementara dua lainnya gagal mengikuti pengobatan dan akhirnya meninggal dunia.

Pada tahun 2025, hingga Juli, tercatat sebanyak 12 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dunia, dua orang gagal dalam tindak lanjut pengobatan, satu orang belum memulai pengobatan, dan delapan orang lainnya masih menjalani pengobatan.

Pranata Agas menilai penurunan jumlah kasus baru HIV ini sebagai hasil dari kerja sama lintas sektor dan peningkatan edukasi masyarakat terkait pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

“Penurunan ini menggembirakan, tapi tidak boleh membuat kita lengah. Edukasi dan layanan kesehatan harus terus dikuatkan, terutama di daerah-daerah dengan akses terbatas,” tegasnya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa risiko penyebaran HIV masih tinggi, terutama di kalangan kelompok usia produktif.

Minimnya kesadaran untuk melakukan tes HIV serta masih adanya stigma sosial yang menghalangi orang untuk memeriksakan diri menjadi faktor utama yang menyebabkan banyak kasus HIV terlambat terdeteksi.

Periode 2018 hingga 2023 menunjukkan lonjakan jumlah kasus HIV yang cukup signifikan setiap tahunnya. Namun, sejak tahun 2024, dengan berbagai intervensi dan pendampingan yang diberikan kepada pasien, tren peningkatan kasus ini mulai menunjukkan perubahan positif.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang tidak tertangani hanya karena takut atau malu. HIV bukan akhir, tapi bisa dikendalikan dengan pengobatan dan dukungan,” pungkas Pranata Agas.

Kontributor: Isno Baco

Dinkes Manggarai Timur Dinkes Matim Manggarai Timur Matim
Previous ArticleMata Hati Guru Kunci Deep Learning
Next Article Merayakan Transisi, Meneguhkan Intelektualitas

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.