Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kebakaran Hutan dan Lahan di Aeramo Masuk dalam Area Rumah Sakit, Pasien Dievakuasi
Regional NTT

Kebakaran Hutan dan Lahan di Aeramo Masuk dalam Area Rumah Sakit, Pasien Dievakuasi

By Redaksi30 Agustus 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Regu Pemadaman kebakaran dari Satpol-pp Nagekeo sedang berupaya mencegah pergerakan api yang mulai mengancam bangunan RSUD Aeramo, Sabtu, 30 Agustus 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo terpaksa mengevakuasi sejumlah pasien dari Instalasi Rawat Inap (IRNA) Kelas 1 pada Sabtu, 30 Agustus 2025, setelah kobaran api dari kebakaran padang sabana mulai merambat masuk ke dalam area rumah sakit.

Sekitar pukul 10.30 Wita, api pertama kali terlihat memasuki area rumah sakit yang sebelumnya terlindung pagar tembok setinggi 2,5 meter. Kobaran api yang mengepung kawasan rumah sakit telah menghanguskan seluruh rerumputan kering. Dugaan sementara, api berhasil menembus pagar tembok rumah sakit karena terbawa material yang terbakar dan diterbangkan angin.

Setelah kurang lebih dua jam, api akhirnya dapat dipadamkan oleh regu pemadam kebakaran dari Satpol-PP Nagekeo, dengan bantuan tiga unit kendaraan tanki dari Sinar Rembulan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, telah meluas selama sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan citra satelit Sentinel-2 yang diambil pada Kamis, 28 Agustus 2025, terdeteksi area yang sudah terbakar habis maupun titik api yang masih aktif, dengan luas lahan terdampak mencapai lebih dari 10 ribu hektare.

Api awalnya hanya melanda kawasan bukit dan pegunungan, namun dalam beberapa hari terakhir, kobaran api semakin merambat dan mendekati kawasan pemukiman warga serta fasilitas publik di Desa Aeramo.

Hingga kini, BPBD Nagekeo sebagai otoritas resmi penanggulangan bencana kebakaran belum merilis laporan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun kerugian material yang ditimbulkan.

Agustinus Pone, Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk menambah armada kendaraan pemadam kebakaran guna mengantisipasi ancaman kebakaran yang sering terjadi setiap puncak musim kemarau.

Sementara itu, Anto Sukadame Wangge, anggota DPRD Nagekeo dari Partai Nasdem, menegaskan akan segera mendesak pemerintah daerah untuk segera mengalokasikan anggaran untuk penambahan armada pemadam kebakaran.

“Kita minta, minimal tambah kendaraan pemadam tiga unit lagi dengan kapasitas tampung air minimal 10 ribu liter per kendaraan,” ujar Anto.

Menurut Anto, meski sejauh ini belum ada pelaku pembakaran hutan yang ditangkap, dirinya menduga pembakaran hutan diduga kuat dipicu oleh aktivitas perburuan adat (Ndai).

Ia juga mendesak agar pemerintah daerah segera menerbitkan Perda larangan perburuan adat dengan membakar hutan dan dikuatkan dengan peraturan Desa untuk mempermudah pengawasan.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Nagekeo RSUD Aeramo
Previous ArticleUndana Wisuda 1.462 Mahasiswa, Ratusan Belum Bisa Terima Ijazah
Next Article Gerakan Pangan Murah Merata di Manggarai Barat

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.