Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Cerita Dua Bocah di Nagekeo yang Selamat saat Rumah Dikepung Banjir Bandang
NTT NEWS

Cerita Dua Bocah di Nagekeo yang Selamat saat Rumah Dikepung Banjir Bandang

By Redaksi16 September 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Agustina Bupu Deku (31) bersama anaknya duduk bersama sang anak dua hari setelah banjir bandang (Foto: Patrianus Meo Djawa/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Agustina Bupu Deku (31), warga RT 02, Desa Sawu, kini sudah bisa tersenyum. Saat berada di Posko Bantuan Kemanusiaan PDI Perjuangan untuk menerima paket bantuan sembako, ia sempat mengucapkan rasa syukur atas keselamatan keluarganya, terutama kedua anaknya yang berhasil selamat dari amukan banjir bandang yang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, pada Senin sore, 8 September 2025.

Kisah itu dituturkan Agustina kepada Fian Feo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, pada Selasa, 16 September 2025, saat para kader dan relawan terjun langsung melaksanakan misi kemanusiaan di lokasi bencana.

Peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Senin sore itu berawal ketika Agustina pergi menghadiri pertemuan kelompok tani di rumah salah satu warga.

Ambulans “Mega Bakti” menerobos banjir untuk misi kemanusiaan dan penyaluran bantuan ke lokasi bencana di Mauponggo (Foto: Patrianus Meo Djawa/ Vox NTT)

Ia meninggalkan kedua anaknya, yakni Prilin Sada (9) dan Samuel Lena Toyo (5), di rumah. Sementara sang suami, Yohanes Kuku Luba (39), juga sedang berada di rumah tetangga.

Sekitar pukul 19.49 Wita, saat suasana gelap karena pemadaman listrik PLN, Agustina mendapat kabar bahwa banjir bandang telah menyapu rumah-rumah di bantaran Kali Lowo Koke.

Ia panik karena mengetahui jika kedua anaknya masih berada di dalam rumah sederhana mereka ketika banjir besar itu datang.

Rumah panggung milik Agustina terbuat dari kayu dengan dinding bambu, berdiri di atas sembilan tiang. Namun, upaya evakuasi mustahil dilakukan karena air semakin meninggi, arus yang deras di tengah malam yang gelap gulita.

Agustina Bupu Deku bersama Fian Feo dan Marselinus F Ajo Bupu saat menerima pemberian bantuan dari PDIP (Foto: Patrianus Meo Djawa/ Vox NTT)

Kepanikan kian memuncak ketika banjir mulai menghanyutkan satu per satu rumah warga, disertai pepohonan besar dan bebatuan yang ikut terbawa arus. Dalam situasi itu, hampir mustahil rasanya jika rumah panggung Agustina bisa bertahan dan luput dari banjir yang mengamuk.

Namun, dalam situasi pasrah keajaiban justru terjadi. Material pepohonan besar yang terbawa arus justru tersangkut di deretan pohon kelapa di bagian selatan hulu sungai. Tumpukan kayu dan lumpur lama-kelamaan membentuk semacam dinding alami yang mengubah aliran banjir. Air yang awalnya mengarah lurus kemudian berbelok, melewati bagian depan dan belakang rumah Agustina.

Akibatnya, hanya dapur rumah yang benar-benar hanyut tersapu banjir. Sementara bangunan utama tetap berdiri, meski sempat bergeser beberapa puluh sentimeter dari posisi semula.

Setelah air mulai surut, Amatus Raga, seorang pensiunan TNI, memberanikan diri mendekati rumah tersebut dan berhasil mengevakuasi kedua anak Agustina ke lokasi yang aman.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Banjir Nagekeo Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleFamara Desak Polisi Tuntaskan Kasus Pembunuhan Irnakulata Murni tanpa Diversi
Next Article Menyatukan Metakognitif, Ilmu Otak dan Cinta dalam Belajar di Era AI

Related Posts

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.