Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»371 Warga Pekerja Rentan di Oebobo Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan
KESEHATAN

371 Warga Pekerja Rentan di Oebobo Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

By Redaksi22 Oktober 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penyerahan simbolis Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan dan buku tabungan kepada warga Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Sebanyak 371 warga pekerja rentan di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 22 Oktober 2025.

Penyerahan kartu dilakukan secara simbolis di Aula Kecamatan Oebobo, dihadiri perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, Bank NTT, Anggota DPRD NTT Komisi V Muhamad Ansor, Camat Oebobo, serta perwakilan para lurah.

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, Andre Afrianto menjelaskan, sebanyak 100.000 pekerja rentan di NTT telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk Kota Kupang kita kebagian 2.558 pekerja rentan yang tersebar di 6 kecamatan. Pak gubernur sudah mendaftarkan bapa mama dari bulan Juli 2025 sampai Desember 2025,” jelas Andre.

Andre menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT telah mendaftarkan peserta dalam dua program, yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

“Program jaminan kematian, kita jaga-jaga kalau sewaktu meninggal untuk pewaris dapat santunan 42 juta,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, peserta yang telah terdaftar selama tiga tahun akan mendapatkan manfaat tambahan berupa beasiswa untuk ahli waris.

Turut hadir Perwakilan Bank NTT Cabang Khusus Kota Kupang, Hetty Lia Marbun yang menjelaskan, Bank NTT juga telah membuka rekening bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami sudah membuka rekening sebanyak 1.400 peserta. Khusus Kecamatan Oebobo yang mengurus adalah Bank NTT Cabang Khusus. Kalau bapa mama ada waktu nanti silakan ke kantor untuk mengisi formulir. Bapa mama hanya pergi ambil buku silakan membawa KK dan KTP. Kami sangat mendukung kegiatan ini,” kata Hetty.

Sementara itu, Plt. Camat Oebobo Hengky Malelak menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT atas perhatian bagi warganya.

“Ini bukti nyata kepedulian Pemerintah Provinsi NTT dan Anggota DPRD Provinsi Muhamad Ansor. Mewakili 371 warga di Kecamatan Oebobo saya menyampaikan terimakasih,” ujar Hengky.

Ia juga menilai program BPJS Ketenagakerjaan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Program ini sangat bagus, saya merasakan sendiri pengalaman teman saya saat meninggal ada santunan dari BPJS dan anaknya mendapatkan beasiswa,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi NTT Muhamad Ansor mengajak masyarakat untuk membiasakan diri menabung.

“Hari ini dikasih buku tabungan, bapa mama ada uang silahkan ditabung. Budaya menabung itu perlu dilakukan,” katanya.

Ansor menjelaskan, program BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program unggulan pasangan Gubernur Melki-Johni saat kampanye.

“BPJS ketenagakerjaan tergantung ide dan kreativitas pemerintah daerah. Gubernur dan wakil sudah mencanangkan program ini di visi misinya. Kita serahkan hari ini adalah untuk Kecamatan Oebobo. Peluncuran sudah dilakukan oleh gubernur beberapa lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyerahan kartu untuk warga Kecamatan Oebobo dilakukan secara bertahap.

“Hari ini di Kecamatan Oebobo sebanyak 371 orang. Hari ini tahap pertama nanti akan diatur tahap selanjutnya. Hari ini ada sebanyak 100 orang. Kartu ini harus diceritakan kepada orang-orang dalam rumah supaya anak-anak tahu jika ada pegang ini kartu,” ujarnya.

Ansor juga mengungkapkan, DPRD Provinsi NTT telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum pelaksanaan program tersebut.

“Kami sudah menyiapkan Perda untuk melindungi pekerja bukan penerima upah. Kepesertaannya bapa ibu tidak usah bayar karena pemerintah sudah bayar,” tukasnya.

Penulis: Ronis Natom

BPJS Ketenagakerjaan DPRD NTT Kota Kupang
Previous ArticlePolres Manggarai Bekuk Terduga Pelaku Pencurian Handphone
Next Article Pater Antonio Kaka Pulang ke Tambolaka, Disambut Meriah dengan Tarian Nagekeo dan Sumba

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

DPRD NTT Didorong Segera Bahas Ranperda Perlindungan Pekerja Migran dan TPPO

21 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.