Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Akademisi Dorong Pangan Lokal Jadi Menu MBG di NTT
Regional NTT

Akademisi Dorong Pangan Lokal Jadi Menu MBG di NTT

By Redaksi8 November 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Akademisi di NTT Romo Dr. Innosensius Sutam saat menjadi narasumber dalam kegiatan Partisipasi Bermakna Rancangan Undang-undang tentang BPIP di Say Se'i Labuan Bajo, Minggu, 2 November 2025 (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Romo Dr. Inosensius Sutam, Akademisi sekaligus pemerhati budaya di NTT mengusulkan agar pangan lokal di NTT jadi menu makanan bergizi gratis (MBG).

Menurut dia, program MBG memang momentum untuk kebangkitan pangan lokal. Pangan lokal itu pangan ritual.

“Dinas terkait kerja sama. Misalnya dinas pariwisata dan kebudayaan untuk mengusulkan pangan lokal jadi menu MBG. Momen untuk menghidupkan pangan lokal. Sehingga petani bisa menjadi produktor bukan jadi penonton. Hilirisasi makanan bisa terjadi di sini,” ungkap Inosensius kepada VoxNtt.com beberapa waktu lalu

Ia pun memberikan catatan terkait program makanan bergizi gratis (MBG) selama satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Menurut dia, dari segi motivasi dan inisiasi program MBG merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk menunjukkan keadilan.

“Dan sampai titik itu kita mendukung. Ini betul negara yang mau hadir dalam kehidupan sehari-hari. Ini salah satu ukuran yang boleh dikatakan negara mau hadir dalam level konkret,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti program MBG belum mnyentuh semua sasaran.

“Memang ada catatan. Pertama belum semua tersentuh. Meskipun adanya proses. Kedua kelihatannya ini semua ekosistem infrastruktur dalam arti kesiapan dari penyedia MBG itu belum matang. Terbukti adanya berbagai masalah,” ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, masalah yang paling serius adalah keracunan. Jadi ini akhirnya bergizi diganti yang lain beracun.

“Tapi saya pikir niat baik itu pasti banyak masalah. Kita berharap semua pihak bisa mengatasi itu,” ujar dia.

Ia menambahkan, memang pada tahap pertama ini, MBG disiapkan oleh orang-orang yang dalam tanda kutip sudah mampu. Walaupun memang, misalnya ini sangat partisan. Artinya orang-orang yang mengurus itu sepertinya ada link politik.

“Tapi saya berpikir bahwa hukum kedekatan itu berlaku. Kita harap tahap berikut sistemnya lebih terbuka. Misalnya pikiran dari beberapa tokoh bahwa makanan bergizi tidak hanya diurus oleh pengusaha-pengusaha tertentu saja. Bisa saja diberikan kepada dari gabungan orangtua yang ada pangan lokalnya,” ungkap dia.

Ia mengatakan, ada kelompok masyarakat yang ada dan siap mengelola MBG.

“Yang paling penting juga adalah ini MBG menyentuh semua aspek mulai dari pertanian, peternakan perhubungan, dan pembinaan keterampilan,” katanya.

Ia juga menyoroti belum ada sosialisasi standar untuk pengelola dan penyedia MBG itu.

“Sosialisasi standar juga belum ada. Itu soal transparansi. Kita berharap ke depan makin baik,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome

Ino Sutam Inosensius Sutam Program Makan Bergizi Gratis
Previous ArticleKuasa Hukum Karyawan PT AGS Layangkan Somasi ke Polda NTT, Minta SP3 Diterbitkan dalam 1×24 Jam
Next Article Dinas Parekrafbud Fasilitasi Pendanaan dan Pembiayaan untuk 10 UMKM di Manggarai Barat

Related Posts

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.