Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Dinas Parekrafbud Fasilitasi Pendanaan dan Pembiayaan untuk 10 UMKM di Manggarai Barat
Ekbis

Dinas Parekrafbud Fasilitasi Pendanaan dan Pembiayaan untuk 10 UMKM di Manggarai Barat

By Redaksi8 November 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
10 UMKM di Manggarai Barat saat mengikuti kegiatan fasilitasi pendanaan dan pembiayaan tahun 2025 di Dinas Parekrafbud, Rabu, 5 November 2025 (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com– Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat fasilitasi pendanaan dan pembiayaan untuk 10 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Manggarai Barat, Rabu, 5 November 2025.

Sekretaris Dinas Parekrafbud, Krispin Mesima mengatakan, kegiatan fasilitasi pendanaan dan pembiayaan tahun 2025 itu menyasar 10 UMKM yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan itu, kata dia, bertujuan untuk memberikan fasilitas pendanaan dan pembiayaan.

“Ini merupakan salah satu inisiatif dari Dinas Parekrafbud Manggarai Barat untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif dan telah berlangsung selama beberapa tahun. Kali ini, kami menargetkan sepuluh kelompok UMKM lokal,” ujar dia.

Selain itu, Krispin juga meminta UMKM di Labuan Bajo agar transparan soal harga makanan maupun produk yang dijual kepada wisatawan.

“Transparansi soal harga itu penting. Itu demi menjaga citra pariwisata Labuan Bajo,” ujar Krispin.

Menurut dia, semua pihak termasuk pelaku UMKM harus bisa menjaga kualitas pariwisata Labuan Bajo.

“Kita jaga image destinasi. Apapun yang dilakukan termasuk pelaku Ekraf harus bisa menjamin destinasi. Transparansi dan tata kelola itu penting. Begitu pun pelayanan,” tegasnya.

Sementara itu, Maria Goreti Jaimun Datang, salah seorang pelaku UMKM di bidang kuliner, mengapresiasi insiasi Disparekrafbud membantu pembiayaan usaha mereka.

Menurut dia, pelaku UMKM selama ini terkendala di biaya untuk pengembangan usaha.

“Bantuan dan kegiatan seperti ini sangat penting bagi saudara-saudara kami di Mbeliling dan sekitarnya. Permasalahan utama bagi pelaku UMKM di desa adalah kurangnya modal untuk memproduksi barang,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah memberikan akses bagi kelompok UMKM lokal untuk menitipkan produk mereka di beberapa lokasi strategis di Labuan Bajo.

Penulis: Sello Jome

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleAkademisi Dorong Pangan Lokal Jadi Menu MBG di NTT
Next Article Ribuan Warga Kota Kupang Antusias Ikut Jalan Sehat DPW Partai NasDem NTT

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.