Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lamban Ditangani, Longsor di Saluran Irigasi Wae Mau Satu Ancam Musim Tanam Petani
Regional NTT

Lamban Ditangani, Longsor di Saluran Irigasi Wae Mau Satu Ancam Musim Tanam Petani

By Redaksi11 November 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Desa Cambir Leca gotong royong membuang material longsor yang menutup saluran irigasi Wae Mau Satu. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Longsor yang menutup saluran irigasi Wae Mau Satu di Desa Cambir Leca, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai sejak September 2025 lalu belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah. Akibatnya, aliran air ke lahan pertanian warga terhenti dan mengancam masa tanam para petani setempat.

Remigius Mangsi, salah satu warga Desa Cambir Leca, mengungkapkan bahwa peristiwa longsor sudah terjadi pada 9 November 2025 lalu, namun penanganannya berjalan sangat lamban.

“Longsor ini telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat setempat, terutama para petani yang berharap pada aliran air irigasi Wae Mau Satu untuk mempersiapkan musim tanam,” ujar Remigius.

Ia mengaku khawatir, jika kondisi ini tidak segera ditangani, warga akan mengalami gagal tanam atau gagal tumbuh akibat kekurangan air.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya sudah berinisiatif melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsoran dan berupaya membuka kembali saluran irigasi menggunakan peralatan seadanya.

“Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Pemerintah Desa dan sudah diteruskan ke Pemda, namun warga belum mengetahui sejauh mana tindak lanjut dari laporan tersebut,” kata Remigius.

Remigius menambahkan, proses pembersihan sangat sulit karena material longsor yang menimbun jalur air terdiri dari tanah dan batu dalam jumlah besar.

Sementara itu, Kepala Desa Cambir Lecar menjelaskan bahwa laporan terkait kerusakan irigasi tersebut sudah diteruskan oleh Penjabat Desa Mekar dari Cambir Leca, sebab lokasi longsor masuk wilayah administrasi desa mekar tersebut.

Harapannya, irigasi itu segera diperbaiki karena air dari sana sangat vital bagi kebutuhan hidup dan pertanian warga.

Ia menambahkan, pemerintah desa bersama masyarakat telah berupaya melakukan perbaikan sementara secara swadaya dengan bahan seadanya, seperti menggunakan bambu agar air tetap bisa mengalir ke lahan pertanian.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Fraksi Partai NasDem, Adrianus Nanggur, turut mendesak pemerintah daerah agar segera menindaklanjuti persoalan kerusakan bendungan irigasi Wae Mau Satu yang terjadi sejak September lalu.

“Kejadian ini terjadi sejak bulan September di desa saya. Kami sudah sampaikan melalui pandangan fraksi Partai NasDem, dan laporan juga telah dikirim ke dinas terkait serta ditembuskan ke kantor DPRD. Tapi sampai hari ini belum ada realisasi,” ungkap Adrianus, Rabu, 11 November 2025.

Ia menegaskan, bendungan Wae Mau I memiliki peranan penting bagi masyarakat, terutama dalam mengairi lahan pertanian. Karena itu, ia berharap pemerintah segera merealisasikan penanganan bencana tersebut sesuai komitmen yang telah disampaikan dalam sidang paripurna.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Onofrius A. Bombang, mengaku telah menerima informasi terkait longsor di Wae Mau Satu. Namun, menurutnya, saluran irigasi tersebut sudah lama tidak digunakan, dan yang rusak akibat longsor justru adalah saluran pipa milik PDAM.

“Kami segera turun ke lokasi dan mendata seluruh kerusakan. Tadi sudah koordinasi dengan Pak Camat untuk sama-sama ke lokasi,” kata Alfred.

Penulis: Berto Davids

Dinas PUPR Manggarai Kabupaten Manggarai Manggarai
Previous ArticleBKH Minta Masyarakat NTT Berdoa agar Dikirim Kapolda yang Pahami Kearifan Lokal
Next Article Gubernur NTT Minta Direksi Lama Bank NTT Diberdayakan di BUMD Lain

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.