Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Fraksi Demokrat DPRD Manggarai Soroti Penurunan Pendapatan Asli Daerah 
Regional NTT

Fraksi Demokrat DPRD Manggarai Soroti Penurunan Pendapatan Asli Daerah 

By Redaksi19 November 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Manggarai, Largus Nala (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai menyoroti penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan dalam tahun anggaran 2026.

Hal ini menjadi salah satu topik utama dalam pembukaan Sidang I DPRD Kabupaten Manggarai Tahun Dinas 2025, yang dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD dan pihak pemerintah daerah.

“Kondisi pendapatan daerah, Fraksi Demokrat mencermati adanya penurunan target total pendapatan daerah secara signifikan sebesar 14,86% pada tahun anggaran 2026,” ucap Anggota DPRD Manggarai, Largus Nala, saat membacakan pandangan fraksi tersebut pada acara pembukaan sidang, Rabu, 19 November 2025.

Arlan meminta penjelasan lebih lanjut dari pemerintah daerah terkait faktor-faktor yang menyebabkan penurunan target pendapatan daerah yang hampir seperenam dari target sebelumnya.

“Kami juga ingin mengetahui bagaimana Pemda Manggarai berencana untuk menutup defisit anggaran yang mencapai Rp199.965.980.983,00, di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan daerah,” tambahnya.

Penurunan ini juga tercermin pada target Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang direncanakan turun sebesar 8,43% atau sekitar Rp11.846.041.187,00 dibandingkan dengan target tahun 2025.

Fraksi Demokrat menilai penurunan PAD ini sebagai indikasi adanya kegagalan dalam upaya ekstensifikasi dan intensifikasi sumber-sumber pendapatan lokal.

Selain itu, sistem pengadministrasian pendapatan daerah yang masih menggunakan cara konvensional dinilai sudah tidak relevan dan memerlukan terobosan berbasis digitalisasi.

“Target pajak daerah 2026 turun 26,31%, yakni (Rp13.165.230.144,00) dari APBD tahun 2025. Penurunan tajam target pajak daerah sebesar 26,31% adalah indikasi serius,” kata Arlan.

Ia mengungkapkan, pajak daerah seharusnya menjadi indikator utama pertumbuhan ekonomi lokal.

Oleh karena itu, ia meminta penjelasan terkait sektor pajak mana yang mengalami kegagalan pungutan terbesar, serta langkah-langkah Pemda untuk mengatasi masalah penghindaran pajak dan inefisiensi administrasi pajak.

Di samping itu, Arlan juga menyoroti penurunan target retribusi daerah yang diperkirakan akan turun sebesar 25,03% atau sekitar Rp3.091.503.330,00 pada tahun 2026.

“Retribusi merupakan imbal jasa pelayanan publik. Jikalau target retribusi daerah tahun 2026 turun sebesar 25,03%, apakah Pemda bisa menjamin kualitas layanan publik tidak menurun dengan target retribusi yang anjlok?” ujarnya.

Fraksi Demokrat juga menilai salah satu permasalahan utama dalam penurunan pendapatan daerah adalah rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak daerah, yang disebabkan oleh lemahnya sistem administrasi dan pengawasan yang ada.

“Permasalahan utama pendapatan daerah tingkat kepatuhan wajib pajak daerah yang masih rendah akibat lemahnya sistem administrasi dan pengawasan,” tegas Arlan, yang merupakan Politisi asal Golo Woi, Cibal Barat.

Fraksi Demokrat menyadari bahwa meningkatkan kepatuhan wajib pajak bukanlah hal yang mudah. Namun, mereka menekankan bahwa Pemda Manggarai harus segera mengimplementasikan digitalisasi perpajakan untuk memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah.

“Kami meminta Pemda Manggarai untuk secepatnya merealisasikan digitalisasi perpajakan, guna memaksimalkan pendapatan asli daerah,” tegas Arlan.

Selain itu, Fraksi Demokrat juga menyoroti keterbatasan kapasitas aparatur pengelola pendapatan daerah, baik dalam hal perencanaan, penagihan, maupun pengendalian penerimaan.

“Mengapa Pemda Manggarai belum berhasil meningkatkan kapasitas SDM pengelola pendapatan, padahal masalah ini sudah berulang-ulang? Bukankah tenaga ASN yang sudah direkrut merupakan orang-orang cerdas yang lahir dari sistem perekrutan yang ketat?” tanyanya.

Fraksi Demokrat mendesak agar pemerintah daerah dapat memaksimalkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang ada, memberikan ruang bagi mereka untuk lebih efektif dalam mengelola pendapatan daerah.

“Kami sangat yakin para ASN yang ada di Kabupaten Manggarai mampu bekerja secara optimal, efektif, dan efisien dalam hal pengelolaan pendapatan daerah,” ujar Arlan.

Fraksi Demokrat juga menyoroti ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer pusat yang membatasi ruang fiskal daerah dalam membiayai prioritas pembangunan.

“Ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat, yang membuat ruang fiskal daerah terbatas dalam membiayai prioritas pembangunan,” tutup Arlan.

Kontributor: Isno Baco

Demokrat Manggarai DPRD Manggarai Manggarai PAD Manggarai
Previous ArticleAyah Terjebak “Penipuan” Tabungan BNI Life, Anak Batal Kuliah
Next Article Benny Harman Tekankan Pentingnya Dinamika Kepemimpinan Internal Parpol bagi Kualitas Demokrasi

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.