Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Inflasi NTT Desember 2025 Capai 2,39 Persen, Tertinggi Terjadi di Waingapu
Ekbis

Inflasi NTT Desember 2025 Capai 2,39 Persen, Tertinggi Terjadi di Waingapu

By Redaksi7 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inflasi NTT (Foto: Ilustrasi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,39 persen pada Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan Desember 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamire berkata, inflasi y-on-y tertinggi di wilayah NTT terjadi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, yang mencapai 3,09 persen.

Sementara itu, daerah lainnya mencatat inflasi dengan besaran yang lebih rendah, namun tetap mencerminkan adanya tekanan harga di akhir tahun.

Matamire menjelaskan, inflasi Desember 2025 masih berada dalam kategori terkendali meskipun dipengaruhi oleh peningkatan permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Inflasi Desember 2025 di NTT terutama didorong oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau akibat meningkatnya permintaan akhir tahun, kelompok transportasi seiring naiknya mobilitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami penyesuaian harga.

Ia menambahkan, kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan tertentu menjadi faktor utama yang paling dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah perkotaan.

“Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan kordinasi dan menjaga stabilitas kebutuhan pokok,” katanya.

Dengan inflasi sebesar 2,39 persen tersebut, kondisi perekonomian NTT secara umum dinilai masih berada pada jalur yang relatif stabil.

Matamire menegaskan, pengendalian inflasi memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha.

“Harga pasar perlu dipantau, kelancaran distribusi pasokan kebutuhan menjadi kunci menjaga inflasi tetap terkendali,” ungkapnya.

Penulis: Berto Davids

BPS BPS NTT Inflasi NTT
Previous ArticlePemkab Manggarai Alokasikan Rp7,25 Miliar Bangun 1.450 Rumah Layak Huni
Next Article Satu Keluarga Asal Ngada Serobot dan Kuasai Rumah Seorang Duda di Nagekeo

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.