Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Usai Telan Korban, Air Terjun Tiwu Pai Ditutup Sampai Mei 2026
Pojok Info

Usai Telan Korban, Air Terjun Tiwu Pai Ditutup Sampai Mei 2026

By Redaksi20 Januari 20261 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Air terjun Tiwu Pai di Kecamatan Reok Barat ditutup sampai Mei 2026 usai menelan korban. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Wisata air terjun Tiwu Pai yang berlokasi di Kampung Wontong, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sampai ke bulan Mei 2026

Langkah ini disiasati Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan usai tempat wisata tersebut menelan korban pada 11 Januari 2026 lalu.

“Untuk sementara air terjun Tiwu Pai kita tutup sampai bulan Mei usai tempat itu menelan korban yang menyebabkan pelajar SMP Fransiskus Ruteng tenggelam,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut, Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut dia, selain karena telah menelan korban, penutupan ini dilakukan karena pihak Kepolisian masih melakukan investigasi terkait insiden tenggelamnya pelajar itu.

Ia menambahkan, air terjun Tiwu Pai selama ini belum dikelola secara resmi oleh pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten tetapi tempat tersebut dikelola secara perorangan.

Meski demikian, Aloisius menegaskan bahwa pengelolaan secara perorangan tidak direkomendasikan karena berpotensi menimbulkan konflik dan kecemburuan di antara masyarakat.

Pengelolaan secara perorangan juga tidak dapat menjamin keselamatan wisatawan yang berkunjung.

“Ke depan pemerintah kabupaten akan berkordinasi dengan pemerintah desa dan warga setempat untuk membentuk kelembagaan resmi yang nantinya akan mengelola Tiwu Pai,” kata Aloysius.

Penulis: Berto Davids

Air Terjun Tiwu Pai Dinas Pariwisata Manggarai Kecamatan Reok Barat Reok Barat
Previous ArticlePolisi Nakal? Barcode ini Bantu Lapor Cepat ke Propam Mabes Polri
Next Article Paskalis Bruno Syukur Pilih Mundur dari Uskup Bogor Demi Persatuan Gereja

Related Posts

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.