Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»IKANA Imbau Orang Tua Nagekeo Pertimbangkan Kuliah Anak ke Bali
Regional NTT

IKANA Imbau Orang Tua Nagekeo Pertimbangkan Kuliah Anak ke Bali

By Redaksi26 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Simon Woge, Ketua IKANA Bali saat Musyawarah Umum Anggota Tertinggi (MUAT) IKANA Bali yang digelar di Aula Keuskupan Denpasar, Minggu, 25 Januari 2026 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Gejolak penolakan sosial terhadap warga perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi di Bali. Situasi ini dipicu oleh ulah segelintir oknum pendatang asal NTT yang dinilai meresahkan warga lokal.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Umum Ikatan Keluarga Nagekeo (IKANA) Bali, Simon Woge mengimbau para orang tua di Kabupaten Nagekeo agar mempertimbangkan secara matang sebelum mengizinkan anak-anak mereka melanjutkan studi ke Bali.

Imbauan ini disampaikan dalam forum Musyawarah Umum Anggota Tertinggi (MUAT) IKANA Bali yang digelar di Aula Keuskupan Denpasar, Minggu, 25 Januari 2026. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum IKB Flobamora NTT di Bali, Herman Umbu Bili, para dewan pembina, serta sesepuh IKANA Bali.

Simon menegaskan, imbauan tersebut didasarkan pada hasil pemantauan dan pendalaman terhadap dinamika sosial yang berkembang di Bali dalam beberapa waktu terakhir.

“Akibat ulah segelintir oknum dari salah satu etnis asal NTT, kini terjadi generalisasi yang masif. Warga lokal Bali merasa tidak aman sehingga masyarakat NTT secara keseluruhan terkena stigma negatif,” ujar Simon.

Dampaknya, banyak mahasiswa asal NTT mengalami kesulitan mencari kontrakan atau kamar kos. Bahkan, tidak sedikit pemilik kos yang melakukan seleksi ketat dengan memeriksa identitas calon penghuni.

“Jika ber-KTP NTT, sering kali langsung ditolak. Kalaupun diterima, biaya kos menjadi sangat mahal, berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per bulan,” ungkapnya.

Tingginya biaya hunian ini, lanjut Simon, tentu sangat memberatkan para orang tua mahasiswa.

Atas dasar itu, IKANA Bali merekomendasikan agar lulusan SMA dan SMK di Nagekeo yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi lebih memilih perguruan tinggi di luar Bali, khususnya di wilayah NTT dan Pulau Flores, mulai tahun ajaran baru 2026.

“Kalau keluarga merasa mampu, silakan kuliah di Bali. Namun kami tidak bisa menjamin mahasiswa baru bisa memperoleh kos dengan harga wajar. Yang tersedia kebanyakan mahal, dan penerimaan pemilik rumah pun sangat selektif,” jelasnya.

Selain bagi calon mahasiswa, IKANA Bali juga mengingatkan warga Nagekeo yang hendak bekerja di Bali agar memiliki standar pendidikan, keterampilan, dan etika perilaku yang baik. Minimal berijazah SMA atau sederajat serta memiliki keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Bali IKANA Bali Nagekeo
Previous ArticleNiat Awal Ingin Membantu, Tiga Pria Asal Desa Labolewa Berpotensi Dihukum
Next Article Korban Tertimbun Longsor di Lamba Leda yang Berhasil Ditemukan Beridentitas Mahasiswi, Kapolda NTT Sampaikan Duka Cita

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.