Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Tuhan Mendekati Orang Berdosa yang Menolaknya
Gagasan

Tuhan Mendekati Orang Berdosa yang Menolaknya

By Redaksi4 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Akademisi di NTT Romo Dr. Innosensius Sutam saat menjadi narasumber dalam kegiatan Partisipasi Bermakna Rancangan Undang-undang tentang BPIP di Say Se'i Labuan Bajo, Minggu, 2 November 2025 (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Rm. Inosensius Sutam

(Pekan IV, Masa Biasa Tahun A; Rabu, 4 Februari 2026; 2 Sam 24:2.9-17; Mzm 32:1-2.5.6.7; Mrk 6:1-6)

1

Bacaan hari ini berbicara tentang manusia yang menolak Tuhan. Tetapi Tuhan tetap mendekati manusia sambil memberi pelajaran kepadanya. Bukan supaya manusia mati. Tetapi sebuah pendidikan ilahi. Agar manusia sadar. Dan mau bertobat. Memilih jalan yang lebih baik ke depannya.

2

Dalam bacaan pertama, Raja Daud mengakui kebodohannya karena telah berbuat salah dan dosa. Salah satu arti dosa adalah menolak Tuhan. Dosa Daud yang adalah seorang raja tentu mempengaruhi semua pejabat dan seluruh struktur dan semua sistem hidup bersama: politik, ekonomi, sosial, kultural dan religius.  Akibatnya semua orang Israel terkena dampaknya: terkena penyakit sampar.

3

Dalam bacaan Injil, Yesus ditolak di tempat asalnya sendiri. Karena orang-orang di tempat asalnya mempunyai instrument dan cara pandang sendiri dalam menilai seorang yang diukur Tuhan. Sayang mereka menggunakan ukuran strata dan asal-usul sosio-kultural.

4

Yang perlu kita renungkan dari bacaan hari ini:
Pertama,  mengapa akibat dosa Daud harus ditanggung oleh semua bangsa? Ini jelas tidak adil. Umat yang dipilih Allah adalah “satu tubuh”. Ketika kepalanya busuk maka seluruh tubuh juga ikut hancur. Di sini kita melihat betapa standar dan ukuran moral dan spiritual untuk seorang pemimpin haruslah tinggi dan menjadi panutan untuk semua orang.

5

Kedua, Yesus ditolak di kampungnya sendiri padahal ia baik. Seseorang yang dekat dengan kita, mungkin sedikit kelemahannya tetapi kita ketahui. Kalau kita iri dengannya maka kita menarasikan buruk tentangnya dan melipatgandakan keburukannya. Orang lain yang jauh dari kita mungkin tidak hebat dan penuh dengan kelemahan tetapi kita tidak tahu, dan  dipuji setinggi langit. Salah satu alasannya untuk membuat kecil orang dekat kita yang kepadanya kita iri atau keluarganya. Inilah dosa sosial, moral, dan spiritual yang darinya kita bertobat.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleTak Tunggu Tragedi, Polsek Kuwus Bangun Jembatan Darurat demi Keselamatan Pelajar
Next Article Ketika Filsafat Menyentuh Tanah

Related Posts

Bahasa Kasih Pascagempa Flores

23 Agustus 2026

Tema HUT ke- 81 RI 17 Agustus 2026 Tidak Relevan

18 Agustus 2026

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026
Terkini

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.