Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Bawaslu Manggarai Akui Tantangan Struktural dan Kultural dalam Konsolidasi Demokrasi
Pilkada

Bawaslu Manggarai Akui Tantangan Struktural dan Kultural dalam Konsolidasi Demokrasi

By Redaksi11 Februari 20261 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Bawaslu Manggarai, Yohanes Manasye.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai, Yohanes Manasye mengakui adanya tantangan struktural dan kultural yang dihadapi lembaganya.

Secara struktural, Bawaslu Manggarai masih menghadapi keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta tantangan geografis di sejumlah wilayah.

Secara kultural, kuatnya relasi kekerabatan dan politik patronase turut memengaruhi netralitas dan rasionalitas pilihan politik masyarakat.

“Jika tantangan ini tidak diatasi, konsolidasi demokrasi dikhawatirkan hanya berjalan di atas kertas tanpa transformasi nilai yang substantif,” kata Yohanes dalam forum diskusi bersama insan pers di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai, Rabu, 11 Februari 2026, di Ruteng.

Ia menegaskan, konsolidasi demokrasi di Kabupaten Manggarai merupakan proses berkelanjutan. Bawaslu hadir sebagai penjaga integritas prosedural demokrasi, penguat budaya hukum dan partisipasi politik, serta mekanisme kontrol terhadap penyimpangan kekuasaan lokal.

Namun, menurut dia, keberhasilan konsolidasi demokrasi tidak hanya bertumpu pada Bawaslu. Sinergi dengan pemerintah daerah, KPU, aparat penegak hukum, media, partai politik, tokoh adat, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama.

“Di Manggarai, langkah-langkah kolaboratif yang sedang dibangun menjadi fondasi penting menuju demokrasi lokal yang lebih kuat dan berintegritas,” tutupnya.

Penulis: Isno Baco

Bawaslu Manggarai Manggarai Pilkada Manggarai Yohanes Manasye
Previous ArticleBawaslu Manggarai Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Dorong Pengawasan Partisipatif dan Tangkal Hoaks
Next Article Yayasan Sukma Respons Mogok Mengajar Guru SMA Pancasila Borong, Klaim Sudah Ada Kesepakatan Final

Related Posts

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Stevi Harman Salurkan Bantuan ke 22 Kampung Terdampak Gempa di Reok dan Reok Barat

23 Agustus 2026

Lima Permintaan Warga Terdampak Gempa di Golo Conggo ke Wapres Gibran

23 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.