Kupang, VoxNTT.com – Warga Kota Kupang, Jendry Alberto Lada (26), bersama istrinya Maryana Bunda Virgonia Lamen, harus mengubur harapan memiliki motor baru setelah kendaraan yang mereka gadaikan diduga dijual oleh seorang anggota polisi.
Motor jenis Honda Beat milik pasangan tersebut sebelumnya digadaikan kepada oknum polisi yang bertugas di Polda NTT, Papy Calvaris Damo. Namun, motor itu disebut telah dijual ke Timor Leste.
Kepada VoxNtt.com pada 25 Maret 2026, Jendry Alberto Lada menjelaskan awal mula kejadian. Ia mengaku saat itu dirinya dan sang istri membutuhkan dana mendesak.
“Tanggal 1 Juni 2025 saya dan istri perlu uang cari pinjaman tidak dapat. Kami titip motor dengan gadai 3 juta. Waktu itu kesepakatan satu bulan dengan bunga 20 persen,” kata Alberto.
Sekitar 25 hari kemudian, Alberto dan istrinya memperoleh uang untuk menebus motor tersebut. Namun, upaya itu gagal setelah mengetahui kendaraan mereka telah dijual.
“Dia mengaku mengganti uang dan semua saya punya kerugian karena jual saya punya motor di Timor Leste,” ujarnya.
“Kami cari dia tapi tidak ketemu terakhir kami ketemu dan dia mengaku akan ganti. Dia bersedia ganti 27 juta beserta dengan kerugian,” katanya menambahkan.
Karena tidak menemukan titik terang, istri Alberto melaporkan kasus tersebut ke Polda NTT.
“Tanggal 19 Agustus 2025 saya lapor di polisi pidana umum dan langsung ke Propam Polda NTT. Sampai hari ini dia belum ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.
Meski telah melapor, Alberto mengaku masih membayar angsuran motor tersebut hingga kini.
“Sampai hari ini saya masih angsur bayar motor. Saya punya mau Polda kasih kejelasan. Kalau dia niat baik mau bayar biar bayar saja. Kalau tidak proses hukum terhadap laporan saya,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Papy Calvaris Damo mengakui bahwa kasus tersebut sedang diproses di Polda NTT.
“Saya sudah diproses. Sementara mau RJ (restoratif justice). Saya ada minta waktu mau bayar,” katanya melalui sambungan seluler.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mengganti kerugian yang dialami korban.
“Dia minta untuk ganti uang. Saya masih kendala keuangan. Masih ajukan pinjaman kalau sudah ada saya baru saya turun ke Kupang untuk membayar,” pungkasnya.
Penulis: Ronis Natom

