Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Wartakan Tuhan: Eksplotasi  dalam Hukum Negara dan Agama, Eksplorasi dalam Hukum Kasih
Gagasan

Wartakan Tuhan: Eksplotasi  dalam Hukum Negara dan Agama, Eksplorasi dalam Hukum Kasih

By Redaksi22 Mei 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

(Jumat Paskah VII Tahun A; 22 Mei 2026;  Kis 25:13b-21; Mzm 103:1-2.11-12.19-20b; Yoh 21:15-19)

Apa pun hukumnya, hak dan martabat alam harus dibela dan dilindungi. Menjadi saksi Kristus yang bangkit dan hidup adalah membela hak alam yang juga ditebus oleh darah Kristus. Menggembalakan domba berarti menghijaukan padang dan hutan sebagai makanan dan sumber air hidup

Oleh: Rm. Inosensius Sutam

1

Membangun Jalan Eksplorasi Diri di Tengah Eksploitasi

Dalam iman, harapan, dan kasih, semua pengalaman dan peristiwa hidup kita adalah jalan dan pilihan yang menghantar kita kepada Tuhan. Ketika terpojok dan terbuang, sendirian, ketika difitnah, ketika dihukum secara sosial, politik, ekonomi, kultural, yuridis terlalu berat dari kesalahan, bahkan mungkin tanpa salah. Di sana ada eksplotasi dari hukum sosial, kultural, politik, yuridis, bahkan agama. Namun situasi itu adalah kesempatan untuk eksplorasi diri, memurnikan diri dalam hukum kasih untuk wartakan sang gembala agung. Itu ditunjukkan oleh dua bacaan hari ini.

2

Membela diri dan Iman akan Kristus yang Bangkit dan Hidup

Dalam bacaan pertama, kita mendengar Paulus ditahan dalam penjara di Kaiserea atas tuduhan dari imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi. Kita mencatat beberapa fenomena menarik. (a) Kasus Paulus dan pokok perakara yaitu nama Yesus mendapat perhatian dan bahan pembicaraan elit politik Roma, yaitu antara Raja Agripa dan Gubernur Festus. (b) Paulus dilaporkan, ditangkap, dan ditahan. (c) Namun ia membela haknya dengan menggunakan sarana (hukum) yang ada dengan naik banding ke Roma;

3

(d) adanya perbedaan perspektif dalam melihat pokok  perkara (Yesus)  antara Romawi sekuler dan bangsa Yahudi yang religius.(e) berbeda dengan orang Yahudi  yang melihat apa yang dilakukan Paulus sebagai sebuah pelanggaran, orang romawi melihtanya tidak termasuk dalam pelanggaran kehidupan publik.

4

Menjadi Gembala dengan Kasih dan Ikuti Jalan Tuhan

Jika dalam bacaan pertama Paulus bangkit melawan ketidakadilan terhadap diriNya, dan mewartakan Yesus hidup, maka dalam Injil Yesus yang bangkit dari kematian menampakkan diriNya kepada para muridNya. Ia menampuk Petrus sebagai gembala utama, dan melihat syarat-syarat sebagai gembala. (a) mendengar dan menjawab:  Tuhan bertanya/menawarkan/memanggil  dengan identitas jelas, Petrus mendengar dan menjawab; (b) konsisten dan komitmen: Petrus ditanya tiga kali, dan ia menjawab yang sama sambil menangis;

5

(c) mengasihi Tuhan dalam kondisi apa pun; (d) menggembalakan domba-domba: memimpin, melayani, dan menjaga persatuan kawanan dalam nama Tuhan. (e) Petrus dengan tugas sebagai gembala akan mendapat tantangan dan tidak dapat mengikuti keinginanya sendiri seperti yang lain, karena ia harus lebih mengasihi Tuhan. (f) Petrus dalam memimpin harus mengikuti jalan Tuhan, bukan jalan lain. Ia berpartisipasi dalam gembala agung Yesus Kristus sendiri pemilik kawanan.

6

Konsisten dan Komitmen Menjadi Saksi dan Gembala Umat dalam Nama Tuhan

Ada tiga pesan bacaan hari ini:
Pertama, menjadi gembala berarti menjadi saksi yang membela hak dan martabat pribadi dan dengan itu mewartakan Tuhan yang bangkit. Dengan berani tanpa takut, Paulus membela hak dan martabat pribadinya dengan sarana hukum yang ada. Tetapi dengan itu ia mewartakan Tuhan yang bangkit. Petrus dipilih menjadi gembala dan dengan itu, ia mewartakan Yesus hidup di tengah kawanan.

7

Kedua, mendengar suara Tuhan dengan konsisten dan komitmen. Paulus sudah dibisik oleh Tuhan untuk menjadi saksinya di Roma. Petrus menjawab dengan teguh setelah ditanya dan dipanggil oleh Tuhan. Jawaban “ya” terhadap panggilan Tuhan berarti tidak terhadap panggilan dunia ini yang sering dirasuki iblis.

8

Ketiga, dimensi ekologis bacaan hari ini adalah nama kota seperti Yerusalem dan Kaiserea, domba, jalan. Paulus berhadapan dengan hukum agama Yahudi dan hukum Negara romawi. Petrus berada dalam hukum cinta kasih. Apa pun hukumnya, hak dan martabat alam harus dibela dan dilindungi. Menjadi saksi Kristus yang bangkit dan hidup adalah membela hak alam yang juga ditebus oleh darah Kristus. Menggembalakan domba berarti menghijaukan padang dan hutan sebagai makanan dan sumber air hidup.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleSatlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam Antisipasi Balap Liar
Next Article Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

Related Posts

Manusia dalam Babel Digital

13 Juni 2026

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026
Terkini

Manusia dalam Babel Digital

13 Juni 2026

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.