Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»600 Kelompok Tani Kehutanan di NTT Siap Jadi Koperasi Merah Putih
NTT NEWS

600 Kelompok Tani Kehutanan di NTT Siap Jadi Koperasi Merah Putih

By Redaksi12 Maret 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTT, Ondy Christian Siagian (Foto: RRI)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Sebanyak 600 kelompok tani dan gabungan kelompok tani kehutanan di NTT disebut sudah siap bertransformasi menjadi Koperasi Merah Putih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT, Ondy Siagian menyatakan, transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi hutan dan memberdayakan ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan yang lebih terstruktur dan modern.

“Hari ini kita mulai melakukan sosialisai dan deklarasi untuk tiga Gapoktan Kehutanan di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kita juga mulai mempersiapkan administrasi awal untuk pembentukan di tiga desa di TTS ini untuk selanjutnya pada 600 Poktan/Gapoktan di NTT,” kata Ondy Rabu, 12 Maret 2025.

Tiga Gapoktan Kehutanan di Kabupaten TTS di antaranya Gapoktan ORA ET Labora di desa Noinbila, Gapoktan BERSAUDARA di Desa Eenbesi, dan Gapoktan TAHEUNPAH di Fatukoto untuk bertransformasi masing-masing menjadi Koperasi Desa Merah Putih
Menurut Ondy, proses pembentukan koperasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari koordinasi intensif antara instansi pemerintah, pemangku kepentingan lokal, dan komunitas perkoperasian.

Rencana kerja mencakup pembuatan peta potensi koperasi, penyusunan modul pelatihan, sosialisasi, serta pendampingan kelembagaan.

“Kami tengah menyusun Peta Jalan yang akan menuntun setiap langkah pembentukan koperasi, dari tahap inisiasi hingga monitoring dan evaluasi pasca peluncuran,” jelasnya.

Program ini, menurutnya mengintegrasikan pemanfaatan kawasan Perhutanan Sosial sebagai basis pengembangan koperasi.

Kelompok tani yang telah memanfaatkan hutan produksi dan hutan lindung diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, manajemen sumber daya, serta memperkuat jaringan pemasaran melalui outlet-outlet koperasi yang tersebar di berbagai desa.

“Revitalisasi kelompok yang sudah ada serta penataan ulang struktur kelembagaan akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan program ini diproyeksikan dimulai pada Maret 2025 dengan berbagai sesi sosialisasi dan pelatihan pendampingan kelembagaan.

Puncak dari program ini dijadwalkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Koperasi Nasional, di mana 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih akan diluncurkan secara resmi.

Selanjutnya, fase pengembangan dan monitoring akan berlangsung hingga akhir tahun 2025 guna memastikan koperasi yang terbentuk benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan desa.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi lintas sektor, Ondy Siagian optimistis bahwa transformasi 600 Poktan/Gapoktan Kehutanan ini akan menjadi model sukses pemberdayaan ekonomi desa.

“Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga aparat desa, sangat penting untuk mewujudkan koperasi yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput,” pungkasnya.

Penulis: Ronis Natom

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT Koperasi Merah Putih Ondy Siagian
Previous ArticleMenteri HAM Apresiasi Peran PMKRI Perjuangkan Hak Masyarakat
Next Article Demo di Jakarta, Aktivis Tolak Pembangunan Geotermal di Pulau Flores

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

1 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Camat Welak: Pembangunan SPPG 3T Watu Umpu Capai 90 Persen

31 Juli 2026

Julie Laiskodat Sosialisasikan UU Sektor Keuangan di Manggarai, Soroti Bahaya Judi Online

31 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.