Oleh: Yohanes Mau
Staf guru di SMAK St. Josef Freinademetz Tambolaka. Penikmat masalah kemanusiaan
Tinggal di Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT
Agam Rinjani adalah sebutan lazim bagi pemilik nama asli Abdul Haris Agam. Kini namanya sedang gencar di seluruh jagad fana. Ia adalah putra Makasar, alumni Universitas Hasanudin Makassar.
Dialah petualang sejati di gunung Rinjani, sekaligus anggota sukarelawan Rinjani Squad Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Hari-hari hidupnya sebagai pemandu di gunung Rinjani bagi para pendaki gunung yang datang dari berbagai belahan dunia.
Sabtu, 21 Juni 2025, menjadi hari gelap yang akan terukir abadi di hati Agam Rinjani dan seluruh warga Brazil.
Pada hari itu terjadi pristiwa kecelakaan meregut nyawa pendaki gunung Rinjani Juliana berusia 27 tahun warga Brasil terjatuh ke jurang yang dalamnya sekitar 600 meter.
Tim evakuasi Rinjani tidak bisa menolongnya karena fasilitas yang dimiliki tean evakuasi pada saat itu tidak memadai.
Pada saat terjadi kecelakaan itu Agam Rinjani sedang berada di Jakarta. Ia membaca kecelakaan tersebut di aneka macam dinding media sosial. Agam pun langsung mengungkapkan rasa sedihnya, “Andaikan saja saya ada di sana pasti nyawa Juliana bisa tertolong.”
Namun ia terus berkoordinasi dengan team SAR dan membuat strategi proses evakuasi selama di Jakarta hingga tiba di lokasi. Dia pun bergegas datang ke Rinjani dan bersama teamnya berhasil mengevakuasi jenazah Juliana.
Abdul Agam bersama timnya rela mempertaruhkan nyawa demi mengevakuasi jenazah Miss Juliana. Keberanian dan taruhan nyawa Abdul Agam bersama teamnya di tebing 600 meter gunung Rinjani dalam mengevakuasi jenazah Juliana mendapatkan apresiasi kemanusiaan yang setinggi-tingginya dari seluruh warga Brasil dan dunia. Agam dijuluki sebagai hero of the year (2025).
Hari-hari hidupnya hanyalah sebagai pemandu visitor yang mendaki di gunung Rinjani. Agam hadir dengan setia bersama visitor dan menjadi pemandu yang hebat. Keberhasilannya bersama team dalam mengevakuasi jenazah Juliana mendapat penghargaan dari seluruh warga Brasil dengan sumbangan dana sekitar 1, 3 M.
Mengikuti seluruh napak tilas dari Abdul Agam secara teliti, sejak dari masa kuliahnya di Universitas Hasanudin Makassar hingga menjadi antropolog yang sederhana dan membumikan ilmu secara konkret. Dia adalah pribadi yang mempersembahkan seluruh totalitas dirinya untuk kerja kemanusiaan.
Agam adalah Pribadi yang rendah hati dan tulus hati dalam menolong sesamanya. Hidupnya dibagi-bagikan demi kebagiaan dan hidup orang lain.
Apresiasi yang datang dari warga Brasil dan dunia adalah apresiasi kemanusiaan atas hatinya yang mulia mempertaruhkan nyawa dalam mengevakuasi jenazah Juliana.
Yang dia kejar bukanlah harta kekayaan demi kemapanan hidup tapi dia rela mempertaruhkan nyawa karena ia ingin agar bisa menyelamatkan hidup. Dalam lubuk hatinya yang terdalam ia menghendaki agar hidup itu tetap ada dan terlestari.
Agam sempat ditanya begini Dalam wawancaranya pada podcast Part 5: Kesedihan Agam Rinjani saat evakuasi Juliana pendaki asal Brazil) yang ditayangkan di tiktok,: “Apa kesedihan yang kau rasakan waktu itukah?”, Jadi, berusaha saya bantu evakuasi supaya bisa hidup ini, itu harapanku, ternyata meninggal,,” Jawabannya sederhana dan mengalir dari kedalaman hatinya.
Bang Abdul Haris Agam pemilik golden heart of the year, terima kasih untuk hatimu yang sangat mulia bersama team evakuasi. Kerja team bersama anggota sukarelawan Rinjani Squad Lombok, Nusa Tenggara Barat diacungkan jempol.
Anda bersama team telah melakonkan kepada dunia bahwa hidup itu mesti dijaga, dirawat, dan diselamatkan. Anda telah mendahulukan keselamatan dan kehidupan orang lain daripada keselamatan dan kehidupanmu sendiri.
Teruslah bersinar dan menjadi pahlawan hati bagi luka dan gelap dunia hari ini.

