Kupang, VoxNTT.com – Ajang balap sepeda internasional Tour de EnTeTe 2025 resmi diluncurkan dan siap digelar pada bulan September mendatang.
Acara ini digadang-gadang menjadi ajang balap sepeda dengan rute terpanjang dalam satu event di Indonesia, menempuh jarak sejauh 1.474,7 kilometer melintasi tiga pulau besar di Nusa Tenggara Timur (NTT): Pulau Timor, Sumba, dan Flores.
Direktur Jelajah Sport sekaligus Direktur Event Tour de Entete, Jannes Eudes Wawa, mengungkapkan bahwa event ini akan berlangsung mulai 8 September hingga akhir bulan.
Tour ini tidak hanya menampilkan olahraga, tetapi juga mempromosikan keindahan alam, budaya, dan keragaman geografis NTT.
“Event ini merupakan yang terpanjang di Indonesia, melewati berbagai lanskap dari panasnya Timor hingga dinginnya Bajawa dan Manggarai. Bahkan kita akan melewati pos lintas batas negara Timor Leste,” ujar Jannes saat peluncuran Tour de EnTeTe di Kupang, Rabu, 9 Juli 2025.
Rangkaian Kegiatan dan Rute
Pertama, pada 8 September 2025 para pebalap tiba di Kupang dan menginap di Hotel Harper.
Kedua, pada 9 September registrasi dan pengambilan foto resmi peserta.
Ketiga, pada 10 September balapan dimulai dari titik start di Kantor Gubernur NTT, mengelilingi Kota Kupang dan finis di Kefamenanu.
Keempat, etape berikutnya yakni Kefamenanu – Wini – Motaain – Atambua – SoE, lalu peserta akan menyeberang ke Pulau Sumba menggunakan Kapal Dharma Kartika.
Kelima, di Pulau Sumba, balapan akan dimulai dari Bukit Tana Rara ke Waingapu, kemudian Waingapu – Waibakul – Tambolaka.
Ketujuh, peserta lalu diterbangkan dengan pesawat Hercules dari Waitabula ke Maumere.
Kedelapan, etape selanjutnya meliputi Flores Timur – Maumere – Ende – Bajawa – Ruteng – Labuan Bajo.
Kesembilan, setelah menyelesaikan seluruh etape, para pembalap akan diajak mengunjungi Pulau Padar dan Pulau Komodo sebagai bagian dari penutupan acara.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyampaikan bahwa Tour de EnTeTe lahir dari semangat gotong royong pemerintah daerah dan masyarakat NTT.
“NTT yang dikenal sebagai daerah sulit, kini mampu menghadirkan event berskala besar ini dengan semangat Ayo Bangun NTT. Ini bukan sekadar lomba sepeda, tetapi bentuk nyata dari semangat NTT-sentris,” tegasnya.
Melki juga menegaskan bahwa daerah-daerah yang tidak dilalui oleh rute utama akan tetap dilibatkan melalui kegiatan-kegiatan lain dalam rangkaian Tour de EnTeTe.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Mariano Sabino Lopes, yang turut hadir dalam peluncuran, menyambut positif ajang ini.
“Tour de EnTeTe adalah langkah baik untuk mempromosikan budaya dan pariwisata. Saya sudah berdiskusi dengan Gubernur, dan kami memiliki visi besar untuk mengembangkan Tour de Timor ke depan,” kata Mariano.
Ia juga berharap event ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan mempererat hubungan kekerabatan antara Indonesia dan Timor Leste.
“Kita mungkin memiliki dua institusi negara, tapi sejarah dan budaya kita sama. Ini saatnya kita bahu-membahu membangun kesejahteraan orang Timor,” tambahnya.
Penulis: Ronis Natom

