Ruteng, VoxNTT.com – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dominan cerah berawan pada pagi hari mulai tanggal 11-13 Juli 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Ruteng, Decky Irmawan menjelaskan, meski umumnya cerah berawan, kondisi suhu muka laut di wilayah Manggarai diprediksi berkisar 26 C – 29 C, memungkinkan terjadi penguapan.
Kemudian masa udara basah terkonsentrasi lapisan ketinggian hingga 700 mb (3136 m).
Pardede kembali menerangkan cuaca 24 jam terakhir umumnya cerah berawan. Namun berpotensi hujan ringan pada sore hari.
Suhu udara di Kabupaten Manggarai diprediksi berkisar 14.1°C — 24.0°C dengan kelembapan udara antara 73 persen- 94 persen.
“Angin umumnya bertiup dari Timur Laut – Tenggara dengan kecepatan 2-11 Km/jam, sementara, suhu muka laut di wilayah Manggarai memungkinkan terjadinya penguapan,” ujarnya, Jumat, 11 Juli 2025.
Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca, terutama nelayan, petani ataupun masyarakat umum.
Menanggapi prediksi BMKG itu, seorang nelayan di pesisir pantai utara Kecamatan Reok, Sarifudin Isla mengaku tidak cemas meski laut memungkinkan terjadinya penguapan.
Ia bilang, imbauan tentang kondisi cuaca yang dikeluarkan BMKG hanya bersifat prediksi, semoga tidak terjadi.
Pengalamannya selama 20 tahun melaut, Sarifudin mengaku sudah pernah merasakan bagaimana suhu permukaan laut ketika sedang naik, kadang datang angin kencang dan kadang gelombang tinggi.
Meski demikian, ia jarang cemas menghadapi situasi cuaca seperti itu karena sudah terbiasa.
Sarifudin hanya berharap jangan terjadi hujan, karena jika hujan turun semua aktivitas tangkapan yang saban hari ia lakukan akan terhambat.
“Yang penting jangan hujan, karena kalau hujan nelayan tidak bisa turun laut, ikan pasti tidak ada, pekerjaan nelayan akan terhambat. Tapi kalau soal prediksi kondisi suhu permukaan laut kami tidak cemas karena sudah terbiasa tiap hari mencari ikan di tengah lautan lepas dengan kondisi cuaca yang memperhatinkan,” tutur Sarifudin per telepon, Jumat pagi.
“Intinya jangan hujan om,” imbuh dia.
Penulis: Berto Davids

