Jakarta, VoxNTT.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berencana segera mewujudkan Kerja Sama Investasi Kawasan Selatan Indonesia, dengan fokus pada provinsi-provinsi yang selama ini kurang mendapat perhatian, yakni Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan.
Langkah ini bertujuan untuk mempercepat masuknya investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, ke kawasan-kawasan strategis tersebut.
Gabriel de Sola, Direktur Institute for Research, Consultation and Information of International Investment (IRCI) sekaligus Pemimpin Umum bisnismondial.com, menyampaikan hal tersebut setelah melakukan kunjungan ke berbagai kota dan negara bisnis internasional, seperti Montecarlo (Monako), Nice, Marseille (Prancis), Barcelona (Spanyol), dan Lisbon (Portugal).
Dalam wawancaranya dengan media, pada Sabtu, 26 Juli 2025, de Sola mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi besar yang dimiliki kawasan selatan Indonesia dalam mendongkrak perekonomian nasional.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa di kawasan selatan, yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan Benua Australia. Saatnya Presiden Prabowo Subianto yang dikenal memiliki jejaring bisnis internasional yang luas, mengoptimalkan kawasan ini menjadi pusat investasi internasional,” ujar de Sola dengan penuh keyakinan.
Menurut dia, langkah pertama yang sangat diperlukan adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan sektor-sektor strategis di kawasan selatan Indonesia.
Di Nusa Tenggara Timur, misalnya, pemerintah diharapkan segera menjadikan daerah tersebut sebagai “Lumbung Garam Internasional”, destinasi pariwisata dunia, serta pusat pengembangan ternak dan energi terbarukan.
“Sebagai bagian dari rencana besar ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diharapkan segera meningkatkan status Bandara El Tari di Kupang dan Bandara Tambolaka di Sumba, agar dapat menjadi bandara internasional. Pelabuhan Tenau juga perlu segera dikembangkan menjadi pelabuhan samudera, dan Pelabuhan Katewel di Sumba Barat Daya harus diubah menjadi pelabuhan marina dunia,” tambahnya.
De Sola juga menyoroti potensi investasi besar di sektor migas dan perikanan di Maluku, terutama Blok Migas Marsela yang telah menarik perhatian banyak investor global.
Selain itu, sektor perikanan dan mutiara kelas internasional di daerah ini juga menawarkan peluang besar untuk meningkatkan perekonomian lokal.
Di Papua Selatan, kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi “Lumbung Pangan Internasional” dan pusat pengembangan energi hijau dunia. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur seperti pelabuhan samudera dan bandar udara internasional di Merauke akan sangat mendukung jalur transportasi dan perdagangan internasional di kawasan Pasifik.
Selain itu, de Sola mengusulkan agar Indonesia dapat memanfaatkan potensi Timor Leste, dengan mendorong negara tersebut untuk menjalin kerja sama lebih erat, mirip dengan hubungan antara Monaco dan negara-negara besar dunia lainnya.
Menurutnya, Timor Leste dapat dijadikan contoh bagaimana kawasan tersebut bisa berkembang menjadi hub ekonomi dengan dukungan kuat dari Indonesia.
“Kami optimistis bahwa Presiden Prabowo Subianto, yang fasih berbahasa asing dan memiliki jaringan bisnis internasional, dapat mewujudkan rencana besar ini. Fokus dan kerja keras untuk merealisasikan Kerjasama Investasi Kawasan Selatan Indonesia adalah langkah yang tak bisa ditunda lagi,” tegas de Sola.
Dengan visi yang jelas untuk menjadikan kawasan selatan Indonesia sebagai pusat investasi bahari internasional, kabinet Prabowo Subianto diharapkan dapat membawa Indonesia ke panggung global, mengubah kawasan ini menjadi salah satu pusat perekonomian dunia yang bersaing dengan negara-negara di kawasan Laut Mediterania dan Samudera Atlantik.
“Investasi kini, jangan tunda esok!” ujar de Sola, mengingatkan pentingnya segera bertindak untuk meraih peluang besar yang ada di depan mata. [VoN]

