Berikut Redaksi Vox NTT menyajikan profil Desa Ponggeok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai:
1. Data umum
- Nama Desa: Ponggeok
- Kecamatan: Satarmese
- Kabupaten: Manggarai
- Provinsi: Nusa Tenggara Timur
Letak geografis
Batas wilayah:
- Utara: Berbatasan dengan Desa Umung
- Selatan: Berbatasan dengan Desa Paka
- Timur: Berbatasan dengan Desa Wewo
- Barat: Berbatasan dengan Desa Papang, Desa Persiapan Ulu Ngali.
*Luas wilayah 707 hektare
*Luas lahan pemukiman penduduk 255 hektare
*Luas lahan persawahan 250 hektare
*Luas lahan perkuburan 5 hektare
*Luas lahan tegal/ladang 181,5 hektare
*Luas lahan pekarangan 6,5 hektare
*Luas lahan perkantoran 6 hektare
*Luas prasarana umum lainnya 3 hektare
Topografi Desa Golo Riwu berada di dataran rendah yang dikelilingi areal persawahan.
Potensi desa: Desa Ponggeok memiliki potensi di bidang perikanan, pertanian, dan komoditas perkebunan.
Sumber air bersih: PDAM dan sungai untuk 429 KK
Jarak menuju ibukota kecamatan: 12 km
Jarak menuju ibukota kabupaten: 24 km
Populasi Peternakan: sapi 62 ekor, kerbau 6 ekor, babi 700 ekor, ayam kampung 1200 ekor, bebek 30 ekor, kambing 8 ekor.
2. Demografi
- Jumlah penduduk 1628 orang
- Laki-laki: 832 orang
- Perempuan: 796 orang
- Jumlah kk: 441 KK
- Jumlah keluarga yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan 370 KK dan yang tidak memiliki 59 KK.
Struktur Usia
- Anak-anak: 450 orang
- Usia produktif: 1066 orang
- Lansia: 111 orang
Tingkat Pendidikan
- Tamat SD: 343 orang
- Tamat SMP: 111 orang
- Tamat SMA: 211 orang
- Lulusan perguruan tinggi: 161 orang
Struktur Pekerjaan:
- Buruh tani: 98 orang
- PNS: 2 orang
- Pengrajin industri rumah tangga: 287 orang
- Pedagang keliling: 22 orang
- Montir: 2 orang
- Bidan swasta: 1 orang
- Pembantu rumah tangga: 7 orang
- Pensiunan PNS TNI POLRI: 1 orang
- Pengusaha kecil dan menengah: 12 orang
3. Sosial Budaya
- Agama Protestan: 3 orang perempuan
- Agama Katolik: 1625
- Adat-istiadat dan tradisi: ritus adat kelahiran, pernikahan, kematian, ritus adat tahunan penti.
- Bahasa daerah: bahasa Manggarai
- Organisasi masyarakat: lembaga adat, karang taruna.
- Organisasi keagamaan: OMK
4. Ekonomi
Potensi ekonomi unggulan: padi, cengkeh, kemiri, kakao, fanili, dan hewan ternak.
5. Pemerintahan Desa
- Kepala Desa: Hermanus Jehanu
- Sekretaris Desa: Benediktus Jehamo
- Perangkat Desa : 8 Orang
- BPD: 5 Orang
6. Peraturan Desa
Peraturan Desa berupa Perdes, APBDes, Perdes RKPDes, Perdes RPJM, Perdes BumDes, Perdes Koperasi Merah Putih.
Pelayanan Publik: Pelayanan publik berupa administrasi memiliki agenda surat keluar masuk.
Untuk kesehatan Desa Ponggeok memiliki Pustu dan Pelayanan Posyandu setiap bulan dengan tiga sistem pelayanan Posyandu.
7. Dana Desa Tahun Anggaran 2025
- DDS: Rp778.371.000
- PBHRD: Rp50.776.295
- ADD : Rp496.171.000
Kepala Desa Ponggeok Hermanus Jehanu mengatakan, selama ini transportasi warga desa dalam mengangkut hasil pertanian masih mengalami hambatan akibat kondisi jalan buruk.
“Desa Ponggeok memiliki infrastruktur jalan yang masih sangat sulit, diantaranya jalan batu sepanjang 3 km, jalan tanah sepanjang 5 km, dan jalan aspal rusak sepanjang 3 km.
Sementara di bidang ekonomi, imbuhnya, pendapatan per kapita warga masih stagnan bahkan menurun sehingga menyebabkan angka kemiskinan desa terus melonjak.
Sementara Bros Jatam, tokoh muda asal Desa Ponggeok mengapresiasi perubahan di desanya saat ini.
Menurutnya, infrastruktur dasar desa kini mengalami kemajuan dari kondisi sebelumnya.
Meski begitu, ia juga meminta agar perlu adanya perbaikan jalan antar-kampung, akses air bersih yang merata, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan.
“Selain itu, saya juga berharap ada program pemberdayaan pemuda desa dalam bentuk karang taruna agar mereka bisa memiliki keterampilan dan tidak hanya bergantung pada sektor pertanian,” tutupnya.
Penulis: Herry Mandela

