Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dua Perusahaan Geotermal di Flores Jadi Sponsor Ajang Tour de EnTeTe
NTT NEWS

Dua Perusahaan Geotermal di Flores Jadi Sponsor Ajang Tour de EnTeTe

By Redaksi5 September 20254 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Tour de EnTeTe (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Dua perusahaan panas bumi (geotermal) yang beroperasi di Pulau Flores, yakni Sokoria Geothermal dan Nagekeo Geothermal, turut ambil bagian sebagai sponsor dalam perhelatan Tour de EnTeTe 2025, ajang balap sepeda internasional yang akan melintasi tiga pulau besar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengutip berbagai sumber, Sokoria Geothermal Indonesia merupakan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kabupaten Ende, NTT. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari KS Orka Renewables, dan telah memulai operasi komersial sejak tahun 2022 dengan kapasitas awal sebesar 5 MW.

Saat ini, Sokoria Geothermal tengah mengembangkan Unit II dengan kapasitas 3 MW dan merencanakan ekspansi hingga total kapasitas mencapai 30 MW. Lapangan panas bumi Sokoria sendiri terletak di bawah lereng Kompleks Vulkanik Kelimutu, Pulau Flores. Proyek ini diharapkan berkontribusi pada penyediaan energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Sementara itu, proyek Nage Geotermal berada di Kabupaten Ngada, Pulau Flores. Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Nage memiliki luas 10.410 hektare, dengan hasil pengeboran slim hole menunjukkan suhu reservoir antara 278 hingga 287°C. Potensi kapasitas listrik di lokasi ini diperkirakan mencapai ±46 MW, dengan rencana awal pembangunan sekitar 20 MW dan bertahap hingga 40 MW.

Tender pengelolaan WKP Nage dibuka oleh Kementerian ESDM pada tahun 2022. Meski sempat diikuti oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE), perusahaan tersebut memilih mundur pada 2023 karena menganggap proyek ini memiliki risiko tinggi dan kurang layak secara ekonomi.

Setelah dilakukan tender ulang pada tahun 2024, tercatat ada tujuh perusahaan yang menyatakan minat. Pada bulan September 2024, pemerintah resmi menetapkan PT Daya Anugerah Sejati Utama (DSSA), bagian dari Grup Sinar Mas, sebagai pemenang. Selanjutnya, pada Januari 2025, DSSA melalui entitasnya PT Daya Mas Nage Geothermal menandatangani komitmen eksplorasi bersama pemerintah.

Namun, proses sosialisasi proyek ini sempat menuai kritik. Mengutip berbagai sumber, sejumlah warga dan Keuskupan Agung Ende menolak cara sosialisasi proyek. Disebutkan bahwa terdapat pembagian uang Rp25.000 bersamaan dengan kuesioner persetujuan.

Selain Sokoria Geothermal dan Nage Geothermal, beberapa sponsor lainnya yang turut mendukung kegiatan ini antara lain: Bank NTT, PLN, Bank Mandiri, Bank BNI, Jamkrida NTT, Biofarma, Sudamala Resort, HDF Energy, Aquila Cobalt Nickel, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.

Tour de EnTeTe 2025: Ajang Berkelas Internasional

Tour de EnTeTe 2025 dipastikan akan melibatkan peserta dari 13 negara, ditambah peserta dari dalam negeri. Ajang ini akan berlangsung pada 10–21 September 2025, menempuh lintasan sejauh 1.500 kilometer dan melewati tiga pulau besar di NTT, yakni Timor, Sumba, dan Flores.

“Para peserta yang sudah dipastikan ikut dalam acara ini berasal dari 13 negara, belum termasuk peserta dari Indonesia,” kata Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena di Kupang, Jumat, 5 September 2025.

Melki menyebutkan bahwa Tour de EnTeTe bukan sekadar perlombaan olahraga semata, namun menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan potensi NTT ke dunia.

“NTT tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus punya event besar yang mampu menarik perhatian dunia. Dari sinilah lahir gagasan Tour de EnTeTe,” ujar Melki.

Menurutnya, ide ini lahir setelah serangkaian roadshow bersama para bupati dan wali kota ke sejumlah kementerian di Jakarta.

Ia menyebutkan, “Setelah dibahas bersama para bupati dan wali kota di NTT, maka kegiatan Tour de EnTeTe dilakukan pada 2025.”

Melki menegaskan, kegiatan ini akan menjadi ajang pertama dan sangat spektakuler. Etape pertama dimulai dari Kupang menuju TTU, lalu dilanjutkan ke Belu menyusuri wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Di Pulau Sumba, balapan akan melewati empat kabupaten dalam dua etape. Sementara di Pulau Flores, rute dimulai dari Kabupaten Sikka dan berakhir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Setiap daerah yang disinggahi akan diwarnai dengan kegiatan even-even budaya dari berbagai daerah di NTT,” kata Melki.

Gubernur Melki menegaskan bahwa Tour de EnTeTe memiliki empat misi besar, yakni meningkatkan sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi rakyat, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan menampilkan kekayaan budaya NTT.

Setiap malam, di titik-titik singgah peserta, akan digelar pesta rakyat yang melibatkan UMKM lokal, menyajikan produk khas seperti kain tenun, makanan tradisional, dan cinderamata NTT.

“UMKM harus hidup. Wisatawan dan peserta bisa membeli oleh-oleh khas kita,” tegas Melki.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini telah dikoordinasikan secara luas. “Ini bukan hanya tentang olahraga, tapi tentang bagaimana NTT belajar mengelola event dunia. Kita sudah koordinasi dengan Menpora, Kementerian ESDM, Kemenparekraf, PLN, bahkan Freeport untuk dukungan. TNI dan Polri juga akan siaga penuh untuk pengamanan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Janes Eudes Wawa memastikan seluruh persiapan telah matang, termasuk kesiapan infrastruktur jalan yang akan dilalui para pebalap.

Janes berharap melalui Tour de EnTeTe, dunia bisa mengenal lebih jauh potensi wisata NTT, termasuk keindahan lintasan alam yang akan menjadi bagian dari promosi internasional.

Penulis: Ronis Natom

Tour de EnTeTe Tour de EnTeTe 2025
Previous ArticleDPRD Manggarai Barat Tanggapi Sejumlah Tuntutan Forum Masyarakat Peduli Demokrasi
Next Article Anggota DPRD Manggarai Timur Soroti Ketidakhadiran Dokter Anestesi di RSUD Borong

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.