Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong lahirnya gerakan Beli Produk Lokal NTT sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah. Usulan ini disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-III Partai Demokrat NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyoroti besarnya belanja masyarakat NTT terhadap produk-produk dari luar daerah.
Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun, sekitar Rp51 triliun uang masyarakat NTT setiap tahun justru mengalir keluar untuk membeli berbagai kebutuhan, termasuk komoditas sederhana seperti pinang dan sirih.
“Kalau kita bisa menekan belanja keluar daerah ini dengan membeli produk kita sendiri, maka akan berdampak besar terhadap perekonomian lokal. Karena itu saya mengusulkan gerakan Beli Produk NTT,” ungkapnya.
Dari total belanja tersebut, lanjut Melki, sekitar Rp700 miliar di antaranya dihabiskan hanya untuk membeli pinang dari Jambi.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan masih rendahnya tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk lokal.
Gubernur Melki menilai NTT memiliki banyak potensi unggulan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan, yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri.
Untuk itu, ia mendorong pengembangan program One Village One Product (Satu Desa Satu Produk Unggulan) yang kini mulai digalakkan hingga ke sekolah-sekolah, kampus, gereja, dan masjid.
“Dengan kebersamaan, saya percaya gerakan ini bisa menjadi langkah nyata membangun kemandirian ekonomi NTT, sekaligus menekan defisit perdagangan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan ekonomi lokal perlu menjadi agenda bersama antara pemerintah dan partai politik. Partai Demokrat, menurutnya, merupakan salah satu partai yang konsisten memberikan perhatian pada sektor pertanian dan usaha produktif masyarakat.
Selain mengusulkan gerakan Beli Produk Lokal, Gubernur Melki turut menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sumber daya alam, serta penguatan sektor pendidikan dan sumber daya manusia (SDM).
“Semoga melalui Rakerda Demokrat ketiga ini lahir rekomendasi konkret yang mendukung program pembangunan NTT agar lebih maju, sehat, sejajar, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Ronis Natom

