Ruteng, VoxNTT.com – Semangat gotong royong antara TNI dan rakyat di Kabupaten Manggarai membuahkan hasil yang cepat dan signifikan. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1612/Manggarai langsung tancap gas di lima desa sasaran di Kecamatan Cibal.
Progres luar biasa tersebut terlihat pada pekerjaan fisik di Desa Barang, di mana pembukaan jalan baru usaha tani sepanjang 1.200 meter telah mencapai capaian yang fantastis.
“Jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur semata, ia adalah nadi baru bagi perekonomian lokal,” kata warga Desa Barang, Sabinus, kepada wartawan pada Sabtu, 11 Oktober 2025.
Sabinus menambahkan, sebelumnya, sulitnya akses ke lahan pertanian di Desa Barang telah menghambat panen dan distribusi hasil tani. Dengan target panjang 1.200 meter, jalan baru ini diproyeksikan untuk memecah isolasi wilayah dan secara signifikan mempercepat transportasi komoditas unggulan, seperti kemiri dan padi.
“Kelancaran akses ini secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan petani melalui biaya angkut yang lebih murah dan waktu tempuh yang jauh lebih singkat,” jelasnya.
Fransiskus Ngabut, warga lain yang turut merasakan manfaat program ini, juga memberikan apresiasi terhadap kerja keras TNI dan berharap agar proses pembangunan bisa segera diselesaikan.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran TMMD ini. Walaupun jalannya belum selesai sepenuhnya, kami sudah mulai merasakan manfaatnya. Dulu kami harus jalan kaki berjam-jam membawa hasil panen. Sekarang, motor sudah bisa masuk sebagian. Kami harap pengerjaannya bisa segera tuntas,” ungkap Fransiskus.
Capaian progres yang pesat ini menjadi bukti nyata tema TMMD ke-126, “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.”
Sementara itu, Dandim 1612/Manggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban menegaskan, kecepatan ini adalah hasil dari sinergi total antara prajurit TNI yang mengerahkan alat berat dan keahlian teknis, sementara Pemerintah Daerah dan warga Desa Barang terlibat antusias dalam semangat gotong royong untuk membangun jalan tani tersebut.
“Keterlibatan aktif masyarakat menegaskan bahwa TMMD adalah ajang manunggalnya TNI dengan rakyat dalam membangun desa dari pinggiran,” kata Letkol Amos.
Lebih lanjut, Letkol Amos menyampaikan bahwa TMMD bukan hanya sekadar program pembangunan, tetapi juga bagian dari panggilan tugas TNI untuk hadir dan menyatu dengan rakyat.
“TMMD adalah bukti bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu percepatan pembangunan. Kami ingin para petani memiliki akses jalan yang layak agar hasil pertanian bisa sampai ke pasar dengan cepat dan bernilai lebih,” tegas Letkol Amos.
Kegiatan TMMD ke-126 akan berlangsung selama satu bulan penuh hingga 6 November 2025, dengan harapan seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan tepat waktu demi memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Manggarai.
Kontributor: Isno Baco

