Ruteng, VoxNTT.com – Pembangunan jalan di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bersumber dari dana Instruksi Presiden Jaringan Daerah (IJD) tahun 2025, kini resmi dikerjakan setelah diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) oleh pihak terkait.
Pantauan VoxNtt.com pada Rabu, 5 November 2025, menunjukkan sejumlah armada pendukung pekerjaan telah berada di lokasi dan mulai beraktivitas. Para pekerja yang direkrut oleh PT Wijaya Graha Prima tampak melakukan pembersihan badan dan bahu jalan serta beberapa item pekerjaan lainnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Balai Jalan Nasional Preservasi Jalan Wae Rebo–Batas Kota, Nurindah menjelaskan, proses pekerjaan jalan di wilayah pantai selatan Kabupaten Manggarai saat ini sedang berlangsung.
Kata dia, item pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pembersihan badan dan bahu jalan, pelebaran, serta beberapa jenis pekerjaan lain.
Menurut Nurindah, anggaran pembangunan jalan ini bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
“Untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah guna mendukung sektor pariwisata dan ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Nurindah saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis, 6 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa salah satu ruas yang ditangani adalah Preservasi Jalan Dintor–Batas Kabupaten, yang menjadi akses penting menuju desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai.
“Preservasi jalan ini merupakan pelaksanaan dari Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah untuk mendukung Swasembada Pangan dan Energi,” ujarnya.
Nurindah menambahkan, pekerjaan jalan Simpang Wae Rebo hingga Batas Kabupaten dikerjakan oleh PT Wijaya Graha Prima dengan tenggang waktu selama 84 hari kerja atau hingga akhir Desember 2025. Total anggaran proyek tersebut mencapai Rp16 miliar lebih.
Ia berharap, pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai petunjuk teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan mutu serta nilai estetika hasil pekerjaan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pelaksana agar menyelesaikan proyek tepat waktu sesuai kontrak kerja, serta mengimbau masyarakat sekitar untuk turut mendukung proses pembangunan.
“Pasalnya pembangunan jalan itu merupakan bentuk jawaban pemerintah pusat untuk mendukung ketahanan pangan dan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai, khususnya di Satar Mese Barat,” tutupnya.
Kontributor: Isno Baco

