Ruteng, VoxNTT.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Manggarai menyampaikan keprihatinan mendalam atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir dan dinilai telah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kondisi ini telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari nelayan, petani, pelaku UMKM, hingga transportasi umum yang menjadi urat nadi pergerakan barang dan orang di wilayah Manggarai,” kata Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Vinsensius Supriadi, kepada VoxNtt.com, Rabu, 26 November 2025.
Vinsensius menilai kelangkaan BBM tidak sekadar gangguan teknis, tetapi persoalan struktural yang perlu segera direspons secara sistematis oleh pemerintah daerah dan pihak terkait.
“Kelangkaan BBM adalah sinyal serius yang menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami meminta pemerintah daerah untuk melakukan langkah cepat, koordinatif, dan terukur agar suplai BBM kembali normal,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fraksi PKB menawarkan sejumlah solusi strategis. Pertama, penguatan koordinasi dengan Pertamina melalui pembentukan tim khusus antara pemerintah daerah dan Pertamina guna memastikan distribusi BBM sesuai kebutuhan riil masyarakat serta mendeteksi potensi hambatan pasokan.
Kedua, pengetatan pengawasan di SPBU untuk mencegah penimbunan, penyalahgunaan BBM bersubsidi, dan antrean yang tidak tertib.
Ketiga, penataan distribusi di tingkat agen dan pengecer melalui pengecekan ulang kuota setiap SPBU, agen, dan pangkalan agar pasokan tidak terserap oleh aktivitas nonproduktif.
Vinsensius menegaskan komitmen Fraksi PKB untuk terus mengawal persoalan ini.
“Kami berdiri bersama rakyat Manggarai. Pemda harus hadir dengan langkah konkret, bukan sekadar imbauan. Energi adalah kebutuhan fundamental dan negara harus menjamin aksesnya untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.
Fraksi PKB memastikan isu kelangkaan BBM akan menjadi agenda prioritas mereka demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Manggarai.
Kontributor: Isno Baco

