Ruteng, VoxNTT.com – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional Ruteng-Reo, Nurindah membantah bahwa kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Ruteng akibat buka tutup jalan di STA satu.
“Kalau pihak Pertamina Reo mengatakan bahwa kelangkaan BBM itu akibat buka tutup jalan saya rasa alasan itu tidak pas. Karena kelangkaan BMM dan antrean panjang di Ruteng terjadi inikan baru sepekan terakhir, sementara buka tutup jalan ini sudah hampir dua bulan, selama ini tidak antre kenapa?” kata Nurindah kepada VoxNtt.com, Jumat, 28 November 2025.
Selama ini, kata dia, ada perlakuan khusus untuk mobil pengangkut BBM dan ambulans tetap lewat di STA satu yang sedang dikerjakan.
“Itu boleh lewat meskipun masih jam, itu kita lakukan karena kebutuhan BMM itu sangat urgen, begitu dengan mobil ambulans,” jelasnya
Nurindah mengatakan, kerusakan jalan di STA satu terjadi sejak Februari lalu dan membutuhkan penanganan cepat.
“Kerusakan di STA satu itukan rusak berat yang mengalami penurunan tanah dan patah badan jalan. Dan sejak itu, jalan tersebut yang bisa dilalui hanya setengah badan jalan saja,” katanya.
Menurutnya, bila tidak segera ditangani tentu saja jalan tersebut putus dan mengakibatkan lumpuh total perekonomian masyarakat Manggarai.
“Jalan inikan bukan hanya khusus untuk jalan pihak Pertamina saja ini jalan umum masyarakat, jadi jangan salahkan kami kalau mengalami kelangkaan BBM. Kami melakukan perbaikan jalan itu kepentingan semua pihak, supaya merasa nyaman ketika melewati jalur Ruteng-Reo,” tegasnya.
Sebelumnya Manager Fuel Terminal Pertamina Reo, Munu Najmudin, memastikan bahwa persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di depot Pertamina dalam keadaan aman dan mencukupi untuk kebutuhan wilayah Manggarai.
“Stok di depot aman. Kelangkaan di lapangan bukan karena ketersediaan yang kurang, tetapi akibat kendala distribusi karena kondisi jalan yang sedang diperbaiki,” kata Munu belum lama ini.
Menurut Munu, mobil tangki pengangkut BBM kerap tertahan di kawasan Rawuk dan Karot, yang merupakan jalur utama distribusi BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak Reo menuju Ruteng, akibat penerapan sistem buka tutup selama proses perbaikan jalan berlangsung.
“Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan pengiriman BBM ke SPBU dan memicu antrean panjang kendaraan,” jelasnya.
Kontributor: Isno Baco

