Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tercatat, Ende Angka Tertinggi Penyakit Malaria di Flores
HEADLINE

Tercatat, Ende Angka Tertinggi Penyakit Malaria di Flores

By Redaksi25 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi malaria
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kabupaten Ende disebut sebagai daerah dampak penyakit malaria tertinggi di daratan Flores. Menurut catatan Dinas Kesehatan, angka tertinggi sejak dua tahun terakhir.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kabupaten Ende Agustinus Nyoman Gudi mengaku hal tersebut di ruang kerjanya Jalan Melati, Selasa (25/4/2017).

Bertepatan hari malaria sedunia yang jatuh pada hari ini, pihak P3M kemudian merilis angka Anual Parasit Insiden (API) atau angka kesakitan malaria.

Kasus penyakit malaria di Kabupaten Ende diketahui meninggi selama dua tahun berturut-turut.

Tercatat, angka penyakit malaria tertinggi pada tahun 2014 sebesar 21,85 per seribu penduduk. Angka ini menurut Nyoman sangat memprihatinkan.

“Tahun ini sangat prihatin. Ya kita terus bertindak preventif khusus penyakit malaria,”ujar Nyoman.

Kemudian tahun 2015 turun menjadi 12,9 per seribu penduduk. Akhirnya turun lagi pada tahun 2016 menjadi 5,49 per seribu penduduk.

“Biasa diukur setiap akhir tahun. Tahun ini masih belum tahu dan kita prediksi akan terus menurun,”pungkas dia.

Ia menjelaskan penyakit malaria kerap tejadi atau terserang penduduk yang bermukim di kawasan rawa-rawa.

Salah satu daerah yang disebut yakni kampung Welamosa, Kecamatan Wewaria.

“Nah, disana itu potensi nyamuk berkembang biak. Sawah dan daerah sungai lalu kubangan air sangat banyak,”tutur Nyoman.

Meski demikian, lanjut Nyoman, belum ada kasus kematian yang disebabkan penyakit malaria. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleIni Alasan Polisi Belum Menahan Tersangka OTT di Dinas PKO Mabar
Next Article Kapolres Mabar: Penahanan Dua Tersangka Lando-Noa Bersamaan dengan Pelimpahan Berkas ke Kejakasaan

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.