Ruteng, VoxNTT.com – Pemerintah kabupaten dan desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus didorong untuk memaksimalkan produksi potensi lokal di wilayah masing-masing. Produk hasil usaha masyarakat nantinya dapat didistribusikan melalui NTT Mart maupun Dapur Flobamorata.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengatakan, upaya ini bertujuan memperkuat ekonomi rakyat dan memberdayakan potensi ekonomi yang ada di desa-desa.
“Bisa kita distribusi melalui pasar-pasar online yang ada, sehingga ekonomi rakyat, ekonomi desa ini bisa bertumbuh,” kata Wagub Johni saat bertemu jajaran Forkopimda di Kantor Bupati Manggarai, Jumat, 5 Desember 2025.
Ia menjelaskan keberadaan program MBG memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat.
“Di sini sudah 14 dapur MBG yang sudah beroperasi. 10 sementara berproses. Kalau ini semua sudah beroperasi, akan memberikan dampak yang luar biasa,” katanya.
Wagub Johni menegaskan, hasil pertanian, peternakan, hingga perikanan kini dapat langsung diserap oleh dapur MBG. Petani dan peternak, baik ayam maupun sapi, akan mendapatkan pasar yang lebih cepat, begitu pula sektor perikanan.
Ia menilai masyarakat perlu didorong memanfaatkan lahan-lahan tidur agar tidak lagi dibiarkan terbengkalai.
Ke depan, kata Johni, kebutuhan bahan baku akan meningkat sehingga masyarakat memiliki peluang besar untuk mengambil posisi sebagai pemasok.
Ini menjadi kesempatan bagi warga untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, termasuk lahan kosong, hasil perikanan, dan peternakan, karena semuanya akan terserap pasar, baik pasar umum maupun pasar MBG.
Menurut Johni, dampak ekonomi dari MBG sangat signifikan. Ia menegaskan, aparat pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mempermudah dan memfasilitasi seluruh potensi tersebut agar tujuan pembangunan dapat tercapai.
Sebagai pamong praja, lanjutnya, pemerintah bertugas memastikan kebutuhan masyarakat terlayani sehingga program pemerintah pusat dan provinsi dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera, sehat, maju, dan berkeadilan.
Jangkauan pembangunan, katanya, tidak boleh hanya terfokus di kota, melainkan harus sampai ke desa-desa.
“Ini yang menjadi tugas kita semua untuk kita bisa sama-sama pemerintah pusat, kabupaten, kecamatan, desa, bergandengan tangan membawa masyarakat menuju sejahtera,” pungkas Wagub Johni.
Sementara itu, Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur NTT.
Ia menilai kehadiran Wagub menunjukkan komitmen pemerintah provinsi terhadap perkembangan Manggarai.
“Kami, masyarakat Manggarai, mengucapkan selamat datang kembali. Hari ini menegaskan lagi bahwa kita membangun Manggarai ini tidak sendirian,” kata Hery.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi terus memberikan dukungan, baik melalui kunjungan langsung maupun arahan kebijakan yang memperkuat pembangunan di Manggarai. [VoN]

