Labuan Bajo, VoxNTT.com – Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng meresmikan Gedung Sekretariat Bersama Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Peresmian ini menandai penguatan komitmen kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo.
Gedung yang berlokasi di Jalan Trans Flores, tepat di depan Polsek lama, disiapkan sebagai rumah bersama bagi 15 asosiasi pariwisata.
Keberadaannya diharapkan memperkuat sinergi lintas pelaku untuk mendukung pengembangan destinasi pariwisata super premium.
Ketua Asosiasi Angkutan Wisata Darat (Awstar) Herry Bantuk menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Sekretariat Bersama sebagai upaya memperkuat koordinasi, kebersamaan, dan efektivitas komunikasi antar asosiasi.
Ia berharap Sekretariat Bersama menjadi simbol persatuan, solidaritas, dan komitmen kebersamaan seluruh asosiasi.
“Ini juga bisa jadi pusat koordinasi dan komunikasi antar asosiasi. Selain itu jadi tempat administrasi bersama yang tertib dan transparan,” ujar Herry.
Menurut dia, Sekretariat Bersama juga berfungsi sebagai ruang diskusi untuk memastikan keberlangsungan asosiasi ke depan.
Herry meminta seluruh anggota Awstar mendukung keberadaan dan keberlanjutan Sekretariat Bersama.
“Jadi semua anggota Awstar harus berpartisipasi aktif dalam pemanfaatan, perawatan, dan pengelolaannya. Saya juga minta untuk menjaga etika, ketertiban, serta rasa saling menghormati dalam setiap kegiatan di Sekretariat Bersama,” pinta dia.
Herry menambahkan, kehadiran Sekretariat Bersama diyakini akan memperkuat sinergi antar asosiasi, mengoptimalkan pelayanan organisasi, serta membantu pencapaian tujuan bersama secara lebih efektif.
Acara peresmian tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, serta perwakilan seluruh asosiasi pariwisata.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yulianus Weng mengawali dengan ucapan syukur dan menegaskan peran strategis sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional dan daerah.
“Industri pariwisata bukan sekadar penyedia lapangan kerja, tetapi ampuh mengangkat harkat martabat bangsa, khususnya kita di daerah. Kita patut bangga, Manggarai Barat tidak hanya diberi anugerah alam yang memukau, tetapi juga warisan budaya yang berharga. Kombinasi inilah yang mengantarkan Labuan Bajo menyandang predikat pariwisata super premium,” ujarnya.
Yulianus juga menyapa dan mengapresiasi kehadiran perwakilan asosiasi, antara lain PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), Asita, Askabi (Asosiasi Kapal Wisata), Awstar (Asosiasi Angkutan Wisata Darat), Jangkar (Jaringan Kapal Rekreasi), serta asosiasi lainnya yang menjadi pilar industri pariwisata Manggarai Barat.
Penulis: Sello Jome

