Kupang, VoxNTT.com – Memasuki hari ketiga rangkaian Company Gathering, Rabu, 7 Januari 2026, PT Filosi Exider Inovasi mengajak seluruh karyawannya melakukan pendakian Gunung Lakaan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Gunung setinggi 1.600 meter di atas permukaan laut itu dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk menguji ketangguhan fisik sekaligus memperkuat ikatan emosional antarkaryawan.
Pendakian Gunung Lakaan dikawal oleh tim instruktur dari Yonif 744/Satya Yudha Bhakti (SYB) Tobir guna memastikan aspek keamanan selama kegiatan berlangsung.
Dukungan logistik dan mobilitas peserta disiapkan melalui armada truk Yonif 744/SYB serta kendaraan operasional perusahaan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Tantangan pendakian semakin terasa ketika cuaca berubah ekstrem. Hujan deras mengguyur rombongan saat mendekati puncak hingga perjalanan turun.
Kendati demikian, seluruh peserta berhasil menyelesaikan pendakian dengan selamat tanpa mengalami cedera berkat disiplin dan kepatuhan terhadap instruksi instruktur.
“Meski lelah setelah beberapa hari aktivitas fisik, semuanya terbayar lunas. Jalur Lakaan cukup menantang bagi pemula seperti kami, apalagi dengan cuaca yang ekstrem. Saya bersyukur latihan fisik di hari-hari sebelumnya sangat membantu kami bertahan,” ujar Chiku, salah satu staf yang mengikuti pendakian.
Direktur PT Filosi Exider Inovasi, Erwin Alexander mengatakan, kegiatan pendakian tersebut tidak semata-mata bersifat rekreasi, melainkan bagian dari upaya membangun karakter tangguh sebagai fondasi inovasi perusahaan.

“Ketangguhan fisik dan mental adalah modal utama untuk terus berinovasi. Dari alam, kita belajar tentang ketekunan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi,” kata Erwin.
Selain pendakian, kegiatan ini juga disertai dengan kampanye kepedulian lingkungan. Para peserta secara sukarela mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang jalur pendakian untuk dibawa turun.
Aksi tersebut disebut sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian alam di wilayah NTT.
Setelah menuntaskan pendakian, peserta beristirahat di kawasan Padang Fulan Fehan sebelum kembali ke lokasi perkemahan. Rangkaian kegiatan hari ketiga ditutup dengan malam api unggun.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin Alexander menegaskan makna simbolik api unggun sebagai lambang persaudaraan dan kesatuan visi perusahaan.
“Api unggun ini adalah simbol tekad kita untuk terus tumbuh sebagai satu keluarga besar,” ujarnya.
“Kita hadir untuk menjawab kebutuhan digital masyarakat, mulai dari layanan purnajual produk Apple dan Android, reparasi perangkat, hingga pendidikan digital, dengan semangat inovasi yang tidak boleh padam.” [VoN]

