Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kompak Indonesia Kawal Sidang Korupsi Bank NTT dan Desak Audit Dana Rp1,5 Miliar
HUKUM DAN KEAMANAN

Kompak Indonesia Kawal Sidang Korupsi Bank NTT dan Desak Audit Dana Rp1,5 Miliar

By Redaksi18 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak Indonesia) menyatakan kembali mengintensifkan pengawalan terhadap upaya pemberantasan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT).

Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen menyelamatkan bank milik rakyat NTT yang dinilai terpuruk akibat praktik korupsi berjamaah.

Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa mengatakan, pegiat antikorupsi bersama insan pers terpanggil untuk kembali bergerak pada 2026 guna membersihkan praktik KKN di NTT, dengan fokus awal pada Bank NTT yang kini berada di bawah kepengurusan baru.

“Komitmen dan upaya keras secara konsisten dan setia mengawal membersihkan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme di Bank NTT tetap kami lakukan,” kata Gabriel dalam pernyataan tertulisnya, Minggu, 18 Januari 2026.

Menurut Gabriel, langkah pertama yang dilakukan Kompak Indonesia adalah mengawal ketat persidangan perkara tindak pidana korupsi MTN senilai Rp50 miliar di Bank NTT.

Perkara tersebut, kata dia, telah lama dikawal namun sempat ‘dipetieskan’ di Kejaksaan Tinggi NTT sebelum akhirnya kini disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang.

Selain itu, Kompak Indonesia juga menyatakan akan berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan operasi khusus apabila ditemukan indikasi penyuapan atau gratifikasi terhadap pimpinan dan majelis hakim, mulai dari pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung.

Langkah ketiga yang disiapkan adalah mendesak KPK segera memproses perkara dugaan korupsi PT Pundi Mas yang dinilai belum ditangani secara serius.

Gabriel menegaskan, pihaknya akan melakukan aksi dan pengawalan langsung agar perkara tersebut tidak kembali dipetieskan.

Kompak Indonesia juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dana Rp1,5 miliar milik Bank NTT yang disebut digunakan dengan modus pembiayaan acara peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende.

Gabriel mendesak pimpinan Bank NTT segera melakukan audit atas penggunaan dana tersebut.

“Jika pimpinan Bank NTT tidak melakukan audit hingga April 2026, maka kami akan mendesak KPK bersama BPK melakukan audit investigasi,” ujar Gabriel.

Ia menegaskan gerakan ini dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab moral untuk menyelamatkan NTT dari praktik KKN berjemaah.

“Menuju Bank NTT bersih, bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme,” kata Gabriel. [VoN]

Bank NTT Gabriel Goa Kejati NTT Kompak Kompak Indonesia
Previous ArticleDapat Penghargaan Juara 3 Nasional, Golo Loni Diharapkan Jadi Asupan Semangat untuk Desa Lain
Next Article Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Manutapen

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026

Kejati NTT Usut Dugaan Korupsi Proyek Insinerator Rp 5,6 Miliar, ASN DLHK Diperiksa

26 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.