Borong, VoxNTT.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap dua orang korban longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), hasil pencarian masih nihil.
Proses pencarian sementara dihentikan pada Minggu, 25 Januari 2026 sore, dan dijadwalkan akan dilanjutkan kembali pada Senin, 26 Januari 2026. Hal itu disampaikan warga setempat, Tino, saat dihubungi VoxNtt.com.
“Besok baru lanjut pencairan, alat eksavator sudah sampai lokasi tadi. Alatnya tadi sempat kerja beberapa jam karena persoalan waktu akhirnya kita memutuskan untuk pencarian hari ini stop dulu, dan pencatatan dilanjutkan besok,” kata Tino.
Menurut Tino, penghentian sementara pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim serta kondisi alam yang kurang bersahabat.
Ia juga menyampaikan harapan masyarakat setempat agar seluruh pihak turut mendoakan dan mendukung proses pencarian korban.
Kata Tino masyarakat setempat meminta doa dan kerjasama seluruh masyarakat agar usaha dan harapan dari keluarga korban untuk menemukan korban bisa terwujud.
Selain itu, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur turut mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Tadi tim dari BPBD Manggarai Timur, menghimbau masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat menimbulkan bencana alam,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, memimpin langsung proses pencarian korban longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Peristiwa longsor yang terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 itu mengakibatkan satu korban jiwa, yakni Albina Ria, yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Benteng Jawa.
Sementara dua korban lainnya, Yustina Mira dan Theresia Resem, hingga kini masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.
Wakil Bupati Tarsisius Syukur memastikan seluruh proses penanganan dan evakuasi korban dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta meminta seluruh tim untuk terus melanjutkan upaya pencarian.
“Pemerintah daerah bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan masyarakat setempat masih melakukan evakuasi serta pendataan dampak bencana. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan,” ujarnya.
Di tengah situasi duka tersebut, pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk saling menguatkan, meningkatkan kewaspadaan, serta lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi langkah penting agar risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan semua pihak tetap terjaga,” kata Tarsi.
Penulis: Isno Baco

