Ruteng, VoxNTT.com – SMA Negeri 2 Langke Rembong meluncurkan NTT Mart yang dikelola Unit Bisnis Sekolah Produktif (UBSP) Lembu Nai sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Prioritas Dasa Cita Ayo Bangun NTT melalui Gerakan Beli NTT. Peluncuran NTT Mart UBSP Lembu Nai dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai, Frumencius L. T. Kurniawan mengatakan, kehadiran NTT Mart merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam memperkuat produksi serta pemasaran produk Industri Mikro dan Kecil (IMK) dan UMKM lokal. Hal itu ia sampaikan di ruang kerjanya, Senin, 26 Januari 2026.
“NTT Mart ini menjadi etalase produk IMK dan UMKM lokal sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda untuk mencintai dan menggunakan produk daerah sendiri. Ini adalah langkah strategis dalam memperluas akses pasar produk NTT sekaligus menumbuhkan ekosistem ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Frumencius.
Ia menilai keterlibatan sekolah dalam Gerakan Beli NTT sebagai inovasi penting karena mengintegrasikan pendidikan dengan penguatan ekonomi daerah. Menurut dia, model NTT Mart berbasis sekolah dapat menjadi contoh konkret penguatan ekonomi lokal yang dimulai dari lingkungan pendidikan.
“Kami berharap model NTT Mart berbasis sekolah ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Manggarai, sehingga Gerakan Beli NTT tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hidup dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Frumencius menambahkan, Program NTT Mart merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal berbasis pendidikan sekaligus media pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa. Melalui skema tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter wirausaha dan pemberdayaan produk lokal.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Langke Rembong, Tarsisius Jayagoni mengatakan, pendirian NTT Mart merupakan bagian dari pengembangan UBSP Lembu Nai sebagai unit usaha produktif sekolah. Program ini dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman nyata dalam mengelola usaha, mulai dari pengadaan barang, pencatatan keuangan, hingga pelayanan konsumen.
“Kami berharap NTT Mart menjadi media pembelajaran kontekstual yang membekali siswa dengan keterampilan hidup dan jiwa entrepreneur sejak dini. Belajar mengelola usaha adalah ilmu yang sangat mahal dan berharga sebagai bekal di kemudian hari, baik bagi kami para guru maupun bagi anak-anak. Ini luar biasa dan patut diapresiasi. Sekolah harus terus mencari kesempatan untuk mengembangkan unit usaha seperti ini agar siswa memiliki pengalaman nyata,” ujar Tarsisius kepada wartawan, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan peluncuran NTT Mart.
“Saya mengapresiasi kerja keras semua pihak. Ini luar biasa. Semua sudah bekerja maksimal meskipun masih dalam proses persiapan. Kita lanjutkan dan perkuat lagi ke depan,” pungkasnya.
NTT Mart UBSP Lembu Nai SMA Negeri 2 Langke Rembong akan memasarkan berbagai produk kebutuhan harian serta produk lokal hasil karya IMK, UMKM, dan siswa. Kehadiran gerai ini diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus sarana distribusi yang mudah dijangkau masyarakat.
Peresmian NTT Mart rencananya ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung oleh Gubernur NTT bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah terkait, pihak sekolah, para guru, serta siswa SMA Negeri 2 Langke Rembong.
Dengan diresmikannya NTT Mart UBSP Lembu Nai, SMA Negeri 2 Langke Rembong diharapkan menjadi pelopor sekolah produktif yang mengintegrasikan pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh implementasi nyata Program Dasa Cita Ayo Bangun NTT melalui Gerakan Beli NTT.
Penulis: Isno Baco

