Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Irigasi Rp102 Miliar di Pota Manggarai Timur Molor, Petani Kesulitan Air
Regional NTT

Proyek Irigasi Rp102 Miliar di Pota Manggarai Timur Molor, Petani Kesulitan Air

By Redaksi29 Januari 20264 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proyek irigasi senilai miliaran di Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur belum tuntas dikerjakan (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum tuntas dikerjakan meski telah memasuki tahun anggaran 2026.

Proyek bernilai Rp102 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu kini baru mencapai sekitar 70 persen.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com menyebutkan, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Delta Flores sebagai subkontraktor, dengan PT Adi Karya sebagai kontraktor pelaksana sekaligus pemenang tender.

Pekerjaan jaringan irigasi terpusat di wilayah Wae Mbaling dan Tiwu Sengit, yang berfungsi menormalisasi aliran air bagi petani di Desa Nanga Mbaling, Desa Nanga Mbaur, dan Kelurahan Pota.

Masa kontrak proyek sejatinya berakhir pada 28 Desember 2025. Namun, karena keterlambatan pengerjaan, kontraktor memperoleh adendum waktu selama 50 hari. Proyek ditargetkan rampung pada 10 Februari 2026.

Keterlambatan tersebut berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga. Sejumlah petani mengeluhkan berkurangnya suplai air irigasi sehingga mengganggu masa persemaian dan pengolahan sawah.

“Tolong muat berita, ini proyek jaringan irigasi wae mbaling dana miliaran belum selesai-selesai juga, sekarang petani mau kerja sirim bibit dan kasih masuk air di sawah tetapi ribet sekali, air susah kami tidak bisa semai,” ungkap Jaludin, petani Desa Nanga Mbaur.

Ia menilai proyek itu justru merugikan petani. “Proyek ini hadir bikin rusak, terlalu lama selesai, petani tiga wilayah sampai tidak bisa kerja, pokoknya petani di Pota sampai arah Biting kesana itu hancur, lama-lama bisa mati kelaparan karena mau kerja sawah tidak bisa,” tuturnya.

Jaludin juga menyoroti progres pekerjaan yang dinilainya belum signifikan.

“Kerja saja belum sampai setengah, baru satu kilo lebih yang sudah. Kontraktor tidak beres ini,” ujarnya.

Selain progres lambat, warga mengeluhkan ketiadaan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

Jaludin menduga papan tersebut sengaja tidak dipasang untuk menghindari pengawasan publik.

Menurut dia, ketiadaan papan informasi menyulitkan masyarakat dalam memantau pelaksanaan proyek dan berpotensi menimbulkan masalah akuntabilitas.

“Saya duga ada praktik yang tidak beres disana. Papan informasi tender tidak ada, sub kontaktornya juga tidak ada di tempat dan jarang komunikasi. Saya chat dia tidak pernah balas, dasar kurang ajar betul. Ini perlu diusut apalagi dana besar,” ungkapnya.

Ia mengaku akan terus mengawal proyek tersebut hingga selesai, termasuk pada masa pemeliharaan, agar menjadi perhatian aparat penegak hukum.

VoxNtt.com telah mengkonfirmasi Direktur CV Delta Flores, Deny, yang dipercaya PT Adi Karya sebagai subkontraktor proyek irigasi tersebut. Melalui pesan WhatsApp pada 23 Januari 2026 malam, Deny mengajak VoxNtt.com bertemu.

“Iya kaka, ketemu saja besok kaka,” jawab Deny.

Namun, karena VoxNtt.com sedang berada di Ruteng, konfirmasi diminta dilakukan melalui pesan atau telepon. Deny menyetujuinya.

“Boleh kaka, via WA saja kaka,” tulisnya.

Dalam komunikasi lanjutan, Deny berjanji memberikan klarifikasi, tetapi pembicaraan via telepon terhenti karena kendala jaringan.

“Siap kaka, besok baru saya klarifikasi. Besok baru kita baku telpon, jaringan kurang bagus kaka,” tulis Deny.

Pada 24 Januari 2026, VoxNtt.com kembali mencoba menghubungi Deny melalui pesan dan telepon, namun tidak mendapat respons. Sehari kemudian, Deny mengaku sakit dan sedang berada di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Pagi kaka, maaf sakit dari kemarin. Nanti kita ketemu saja e, gereng fit cekoen weki kaka. Saya masih di Labuan Bajo,” bunyi pesan Deny pada 25 Januari.

Dalam sambungan telepon pada 26 Januari 2026, Deny menjelaskan bahwa proyek yang dikerjakan perusahaannya bukan hanya di Kecamatan Sambi Rampas, melainkan tersebar di 21 kabupaten/kota di NTT.

“Itu proyek tidak satu paket saja kaka tetapi banyak paket, tersebar di 21 Kabupaten Kota di NTT, nomenklaturnya rehabilitasi/peningkatan,” kata Deny.

Ia mengakui adanya keterlambatan, yang menurutnya dipicu faktor cuaca.

“Cuaca tidak mendukung. Hujan terus di wilayah Sambi Rampas sehingga pengerjaannya lambat,” ujarnya.

Deny juga menyebut proyek telah mendapat persetujuan masyarakat dan Camat Sambi Rampas untuk diselesaikan hingga 10 Februari sesuai adendum waktu.

“Pak Camat dan masyarakat sudah sepakat kaka pekerjaan selesai paling lambat tanggal 10 Februari,” ucapnya.

Saat ini, kata Deny, pihaknya tengah mengejar penyelesaian proyek dengan menambah tenaga kerja dan memberlakukan lembur malam.

“Sekarang masih kerja kaka, kami usahakan supaya cepat selesai sehingga tenaga kerja kita tambah untuk lembur sampai malam hari,” ujarnya.

Namun, saat ditanya soal papan informasi proyek, Deny tidak memberikan penjelasan. Ia mengklaim papan informasi ada di lokasi, tetapi tidak dapat menunjukkan bukti.

Hingga berita ini diturunkan, Deny belum merespons permintaan VoxNtt.com untuk mengirimkan foto papan informasi tersebut.

Penulis: Berto Davids

Kecamatan Sambi Rampas Manggarai Timur Matim
Previous ArticleWALHI NTT Serahkan Amicus Curiae dalam Gugatan Aksi Damai Poco Leok di PTUN Kupang
Next Article Warga Joneng Syukuri Peningkatan Jalan oleh Pemkab Manggarai Barat

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.