Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gubernur NTT Puji Solidaritas dan Budaya Musyawarah Manggarai
Regional NTT

Gubernur NTT Puji Solidaritas dan Budaya Musyawarah Manggarai

By Redaksi1 Februari 20264 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Acara Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang, Sabtu, 31 Januari 2026 (Foto: Ronis Natom/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menilai budaya duduk bersama, bermusyawarah, dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sebagai kekuatan utama masyarakat Manggarai.

Nilai tersebut, kata dia, menjadi modal sosial penting dalam menghadapi tantangan pembangunan dan perubahan zaman.

“Orang Manggarai dikenal berani bekerja keras dan punya solidaritas tinggi. Nilai ini harus terus hidup di mana pun kita berada,” kata Melki saat menghadiri acara Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang, Sabtu, 31 Januari 2026.

Melki menyebut Manggarai sejak lama dikenal memiliki kualitas pendidikan yang baik. Namun, tantangan global dan perkembangan teknologi, menurut dia, menuntut kemampuan adaptasi yang lebih cepat agar tidak tertinggal dalam persaingan.

Dalam konteks pembangunan nasional, Melki menilai laju demokrasi politik di Indonesia tidak diimbangi dengan perkembangan demokrasi ekonomi. Kondisi tersebut berdampak pada pemusatan kekayaan dan akses ekonomi pada kelompok tertentu.

“Demokrasi politik kita jalan cepat, tapi demokrasi ekonomi tidak mengimbangi. Produksi dan distribusi ekonomi belum merata. Ini yang terus kami dorong agar ekonomi rakyat tumbuh,” tegasnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program, di antaranya One Village One Product, One Community One Product, serta pengembangan produk berbasis sekolah dan komunitas.

Melki menilai IKMR memiliki kapasitas sumber daya manusia yang kuat untuk berkontribusi dalam pengembangan produk unggulan daerah.

Menurut dia, potensi tersebut perlu dikelola secara serius agar memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“IKMR ini luar biasa kapasitas SDM-nya. Banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia mencontohkan komoditas kopi Manggarai yang memiliki peluang besar jika diolah dan dipasarkan dengan baik.

“Kalau kopi dijual mentah harganya sekitar Rp100 ribu, tapi kalau dikemas dengan baik bisa mencapai Rp800 ribu di Jakarta, bahkan menembus pasar luar negeri. Ini peluang ekonomi yang harus kita kelola bersama,” jelasnya.

Melki mengajak komunitas Manggarai Raya untuk terlibat aktif dalam rantai produksi dan distribusi agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Kalau kita tidak masuk, maka orang lain yang akan menguasai pasar. Kita punya potensi, kita punya produk, tinggal kita kelola dengan serius,” katanya.

Acara Natal dan Tahun Baru Bersama IKMR Kupang digelar pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, di Hotel Cahaya Bapa, Kota Kupang.

Kegiatan yang mengusung tema “Raes Cama Kaeng, Wa Wae Cama-Cama, Eta Golo Cama-Cama” itu dihadiri sekitar 1.000 warga Manggarai yang bermukim di Kupang.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, antara lain Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Anggota DPR RI Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt, serta para sesepuh Manggarai seperti Frans Tulung, Alo Sukardan, Martinus Nahas, dan Frans Sarong.

Ketua IKMR Kupang, Antonius Ali mengatakan, perayaan Natal dan Tahun Baru bersama ini menjadi momentum untuk merajut kembali kebersamaan warga Manggarai di perantauan setelah sempat tidak dilaksanakan dalam beberapa periode.

“Pada saat ini, kita mencoba merajut kembali kebersamaan itu dalam bingkai Kemanggaraian “Wae Mokel Awon, Selat Sape Salen”,” ungkapnya.

Ia menegaskan perayaan Natal dan Tahun Bersama IKMR tahun ini bertujuan memperkuat kembali persatuan dan solidaritas warga Manggarai di Kota Kupang.

Solidaritas warga dari Kuni Agu Kalo atau tanah kelahiran Manggarai, menurut dia, menjadi fondasi utama bagi IKMR untuk tetap eksis dalam kehidupan sosial di Ibu Kota Provinsi NTT.

“Karena itu, sejatinya solidaritas itu hanya lahir dari satu budaya untuk tetap eksis. Kita butuh persatuan dan bersatu,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Antonius Ali juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, para sesepuh, dan seluruh warga Manggarai yang terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Dari hati paling dalam, seluruh pengurus IKMR saya mengucapkan terima kasih atas semua partisipasi dari seluruh Panga-panga dan seluruh warga IKMR yang dengan caranya masing-masing turut serta secara aktif menyukseskan Natal dan Tahun bersama IKMR tahun 2026,” ungkap pengacara senior Kota Kupang itu.

Penulis: Ronis Natom

Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang IKMR IKMR Kupang Melki Laka Lena
Previous ArticleKaum Muda dan LGBT
Next Article Diduga Dipengaruhi Alkohol, Mobil Innova Tabrak Truk Sampah di Labuan Bajo

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.