Ruteng, VoxNTT.com – Kesadaran masyarakat Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk membayar pajak kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat masih tergolong rendah. Kondisi ini tercermin dari perbandingan jumlah kendaraan dengan realisasi objek pajak yang terbayar.
“Itu dapat dilihat dari total jumlah kendaraan dengan realisasi jumlah objek pajak yang terbayar,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Daerah (Samsat) wilayah Kabupaten Manggarai, Lorensius Agung, Selasa, 3 Februari 2026.
Lorensius memaparkan, pada 2025 UPT Samsat Manggarai dibebani target penerimaan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp36,34 miliar. Namun realisasi yang tercapai hanya Rp25,79 miliar atau sekitar 68,78 persen dari target. Pada tahun itu, jumlah kendaraan bermotor yang tercatat sebagai objek pajak mencapai 60.067 unit.
Selain pajak kendaraan bermotor, penerimaan opsen pajak yang masuk ke daerah Kabupaten Manggarai sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp8,125 miliar.
Memasuki 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui UPT Pendapatan Daerah (Samsat) Kabupaten Manggarai menetapkan target penerimaan pajak kendaraan bermotor yang jauh lebih tinggi, yakni sebesar Rp69,125 miliar.
“Tahun 2026 kita beri target pajak 69,125 miliar,” katanya.
Lorensius menjelaskan, hingga periode 1 Januari sampai 2 Februari 2026, realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor baru mencapai Rp1,137 miliar atau sekitar 1,65 persen dari target.
Penerimaan tersebut berasal dari 69.111 unit kendaraan sebagai objek pajak dan menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Nusa Tenggara Timur di wilayah Kabupaten Manggarai.
“Itu belum termasuk opsen pajak kendaraan yang diterima oleh kabupaten atau langsung ke kas daerah,” tutupnya.
Penulis: Isno Baco

