Menia, VoxNTT.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma menegaskan, NTT Mart bukan sekadar pusat perbelanjaan atau toko modern, melainkan platform pemasaran produk lokal yang menghubungkan produsen, UMKM, petani, nelayan, perajin, serta seluruh pelaku usaha di NTT dengan konsumen di tingkat lokal, nasional bahkan internasional.
Johni mengungkapkan pentingnya standarisasi dan modernisasi produk UMKM melalui hilirisasi untuk menambah nilai jual produk.
“Upaya hilirisasi produk dengan standar modernisasi tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar mampu meningkatkan kualitas produk UMKM sehingga mampu bersaing di pasar lokal, nasional bahkan internasional,” ujarnya saat meluncurkan NTT Mart by Dekranasda Sabu Raijua pada Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut Johni, kehadiran NTT Mart di Sabu Raijua juga dapat mendorong daya produksi produk UMKM lokal yang terus meningkat untuk dapat dijual ke luar daerah sehingga membantu upaya menekan defisit neraca perdagangan NTT.
Ia mengatakan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) sangat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi.
Oleh sebab itu untuk meningkatkan daya jual dan memikat para pembeli, maka perlu dengan hilirisasi dari barang baku atau mentah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Hal tersebut juga menjadi bagian implementasi OVOP (One Village One Product) atau Satu Desa Satu Produk,” jelas Johni.
Ia mengatakan, NTT Mart menjadi tempat istimewa karena membantu penjualan produk-produk masyarakat yang tentu menjadi identitas dari kekayaan dan potensi alam lokal yang menjadi kebanggaan daerah.
Johni juga meminta agar stok produk-produk UMKM yang dipasarkan di NTT Mart Sabu Raijua selalu tersedia sehingga ada keberlanjutan dari penjualan produk.
Di samping tersedianya produk secara berkelanjutan, juga senantiasa menarik minat setiap orang diantaranya para tamu dari luar yang datang di Sabu Raijua bisa singgah di NTT Mart ini untuk membelanjakan oleh-oleh.
Peluncuran NTT Mart by Dekranasda Sabu Raijua berlangsung di Pasar Nataga, Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Gerai tersebut menghadirkan berbagai produk UMKM lokal masyarakat setempat.
Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua siap berkomitmen mendukung program NTT Mart untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha, terutama industri rumah tangga dan UMKM serta IKM di Sabu Raijua, agar memanfaatkan NTT Mart sebagai sarana pemasaran produk, termasuk membuka kerja sama dengan pelaku usaha di luar daerah sehingga produk-produk Sabu Raijua dapat dikenal dan dinikmati lebih luas.
NTT Mart By Dekranasda Sabu Raijua yang dilaunching tersebut menjadi NTT Mart ke-22 di NTT. Hal tersebut menandai keseriusan Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dengan kehadiran NTT Mart sebagai sarana pemasaran produk di seluruh 22 kabupaten/kota se-NTT.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Sony Libing menjelaskan, selain aspek produksi UMKM, NTT Mart juga menekankan pentingnya standarisasi kemasan yang menarik dan integrasi sistem pemasaran digital (online) untuk menjangkau pasar global secara otomatis.
“Dengan adanya 22 titik NTT Mart di seluruh provinsi, diharapkan produk lokal NTT dapat dikenal luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku industri kreatif di tingkat akar rumput,” ungkapnya.
Berbagai produk UMKM dan IKM yang dipasarkan di NTT Mart by Dekranasda tersebut di antaranya produk kuliner lokal seperti gula Sabu, gula semut, virgin coconut oil, keripik tempe, jagung goreng, kacang goreng, keripik pisang, kacang ting-ting, makaroni, bumbu balado, cemilan onde ketawa, rempeyek kacang, stik kelor, tortila jagung, kacang telur, stik bawang, sereal, kacang atom, pangsit goreng, peraggu jagung, kacang gula merah, cemilan biji ketapang, abon ikan tuna, aneka cookies dan aneka cemilan hasil laut.
Adapun produk kriya dan fesyen di antaranya aneka hasil produk tenun ikat Sabu Raijua, kerajinan daur ulang, kerajinan rajutan handmade, kerajinan tempurung kelapa, kerajinan pandai besi, serta kerajinan anyaman daun lontar. [VoN]

